BNPT Sebut Aman Abdurrahman Doktrin WNI yang ke Marawi

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Kamis, 08/06/2017 15:15 WIB
BNPT Sebut Aman Abdurrahman Doktrin WNI yang ke Marawi Terpidana Teror Aman Abdurrahman dinilai punya peran dalam mendoktrin WNI yang terlibat konflik di Marawi. (REUTERS/Dadang Tri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyebut terpidana kasus terorisme Aman Abdurrachman adalah inspirator sejumlah Warga Negara Indonesia bergabung dengan militan ISIS di Marawi, Filipina. Aman diduga mendoktrin sejumlah WNI melalui orang-orang yang menjenguknya di penjara di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kepala BNPT Komisaris Jenderal Suhardi Alius mengatakan, dugaan peran Aman terlihat berdasarkan penelusuran BNPT terhadap para anggota kelompok militan di Marawi. Sejumlah anggota kelompok tersebut diketahui pernah menjenguk Aman di penjara.

“Kami lihat satu-satu. Seperti yang kemarin pernah membesuk ke sana. Jadi pengaruh-pengaruh dan doktrin masih berjalan. Tugas kami mereduksi hal itu,” kata Suhardi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/6).
Mantan Kepala Bareskrim Polri itu mengatakan, BNPT tidak tahu persis jumlah WNI yang tergabung dengan kelompok radikal di Marawi. Namun berdasarkan informasi pemerintah Filipina, jumlah WNI yang tergabung tidak banyak.


Bukan cuma dari Indonesia, beberapa negara warganya juga tergabung dengan kelompok militan seperti Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi.

Suhardi mengatakan, bukan hanya Aman, sejumlah WNI yang pernah terlibat perang di negara konflik juga ditengarai punya peran. Para mantan penjuang atau kombatan tersebut ada yang pernah tertangkap dan setelah bebas pergi ke Marawi.

"Secara historis kita pernah punya pengalaman mantan kombatan di Afghanistan, Filipina Selatan, Suriah, dan sekarang kembali ke Filipina. Benih-benih itu pasti masih ada,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima BNPT,  jaringan teroris di Filipina juga berafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah, kelompok teror yang ada di Indonesia. WNI yang berada di Marawi dan bergabung dengan militan diduga merupakan jaringan kelompok ini.

Pemerintah saat ini sudah melakukan penguatan pengamanan di kawasan perbatasan dengan Filipina, seperi di Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, dan Maluku Utara. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi masuknya para militan yang kabur dari Filipina.

Bahkan Rabu pekan depan, Menkopolhukam Wiranto menurutnya akan menyambangi Sulawesi Utara untuk meninjau dan melakukan koordinasi pengamanan kawasan perbatasan.