Pernyataan itu disampaikan oleh Iriawan menanggapi tudingan yang menyebut kepolisian telah mengkriminalisasi Rizieq Shihab --pentolah Front Pembela Islam yang diagungkan sebagai imam besar oleh pengikutnya.
Iriawan menegaskan, status ulama yang disandang oleh Rizieq tak lantas membuat kepolisian melepas pengusutan atas kasus dugaan percakapan berkonten pornografi bersama Firza Husein.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada kriminalisasi. Bagaimana ya... saksi ahli itu ada 26, saksi ada 50-an, mau kriminalisasi bagaimana," kata Iriawan.
"Buat apa (bekingi)? Jangan, malu. Orang pidananya ada, jangan ya, malu," ujarnya.
Polisi telah menetapkan Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus dugaan percakapan berkonten mesum. dinilai melanggar Pasal 4 ayat (1) junto Pasal 29 dan atau Pasal 6 junto Pasal 32 dan atau Pasal 9 junto Pasal 34 Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad menyatakan berkas perkara Firza masih belum lengkap baik dari segi formil maupun materil.
Jaksa peneliti dari Kejati DKI akan mengirimkan surat keterangan berkas belum lengkap (P19) ke penyidik terlebih dulu. Setelah itu penyidik diberi waktu selama dua pekan untuk melengkapinya.