Pemkot Solok Akan Jamin Keselamatan Dokter Fiera

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Sabtu, 10/06/2017 23:07 WIB
Pemkot Solok Akan Jamin Keselamatan Dokter Fiera Pemkot Solok akan menjamin keamanan dan keselamatan Dokter Fiera jika dia kembali ke kota tersebut. (CNN Indonesia/Marselinus Gual)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat, akan menerima dan menjamin keselamatan dokter Fiera Lovita, saat dia kembali dari Jakarta.

Wali Kota Solok Zul Elfian juga menjamin masyarakatnya akan tetap menerima Fiera sebagai bagian dari komunitas mereka. Selain itu, Zul mendukung Polres Solok menyelidiki kasus persekusi yang mengakibatkan Fiera diungsikan ke Jakarta.

"Kita tunggu hasil dari penyelidikan polisi, kalau terbukti ada persekusi, pihak terkait akan diproses sesuai hukum," ujarnya di Solok, Sabtu (10/6), dikutip ANTARA.


Zul juga menambahkan Solok aman dan kondusif. Sementara, terkait indikasi persekusi yang dituduhkan sebagian kalangan, Zul menjamin pemkot mendukung langkah langkah percepatan penyelesaian dan menghormati proses hukum yang berlangsung.


“Pemkot bersama Forkompinda berkomitmen melindungi masyarakat Solok dengan berbagai upaya koordinasi lintas sektoral, dan mewacanakan untuk membentuk satuan tugas antipersekusi dengan melibatkan seluruh elemen,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solok Afrizal Thaib menyatakan pada pertemuan Fiera dengan ormas Islam di RSUD Solok, ormas sudah memberi pernyataan dan pengakuan tidak ada mengintimidasi atau melakukan persekusi terhadapnya.

"Jangan menerima penjelasan secara sepihak tanpa konfirmasi para narasumber, harusnya tabayyun [mencari sesuatu kejelasan tentang sesuatu hal hingga jelas benar keadaannya]" ujarnya.

"Untuk itu, kita ingin mengembalikan nama baik Kota Solok agar seperti semula," dia menambahkan.


Sedangkan, Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Solok Sumintak, mengimbau media harus bisa memberi berita yang berimbang masyarakat tetap tenang dan tidak menimbulkan kegaduhan.

Ia menyebutkan bahwa kasus Fiera dengan ormas Islam sudah selesai dimediasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Solok dengan permintaan maaf dan penandatangan pernyataan tidak akan mengulangi tindakan tersebut.

Adapun, soal mutasi Kapolres Solok Susmelawati, Sumintak menyebut hal itu bukan karena kasus persekusi tetapi murni keputusan Kapolri untuk penyegaran suasana.

Sementara ini, baru ada satu laporan tentang persekusi yang dialami Fiera. Kepolisian sudah menginterogasi 14 orang dari 17 saksi yang direncanakan. Kejadian ini dianggap merupakan efek unggahan oknum tidak bertanggung jawab di media sosial, untuk memperkeruh suasana di Kota Solok.

Wakil Direktur RSUD Kota Solok dr Elfahmi menyatakan bahwa kasus ini menyebabkan citra buruk bagi rumah sakit tersebut. Namun, dia menyebut tidak ada rencana pindah dari dokter Fiera, sebelum kasus tersebut terjadi.

"Hingga kini, dokter Fiera masih mengambil cuti selama dua minggu," ujarnya.