Wali Kota Solok Zul Elfian juga menjamin masyarakatnya akan tetap menerima Fiera sebagai bagian dari komunitas mereka. Selain itu, Zul mendukung Polres Solok menyelidiki kasus persekusi yang mengakibatkan Fiera diungsikan ke Jakarta.
"Kita tunggu hasil dari penyelidikan polisi, kalau terbukti ada persekusi, pihak terkait akan diproses sesuai hukum," ujarnya di Solok, Sabtu (10/6), dikutip ANTARA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pemkot bersama Forkompinda berkomitmen melindungi masyarakat Solok dengan berbagai upaya koordinasi lintas sektoral, dan mewacanakan untuk membentuk satuan tugas antipersekusi dengan melibatkan seluruh elemen,” kata dia.
"Jangan menerima penjelasan secara sepihak tanpa konfirmasi para narasumber, harusnya tabayyun [mencari sesuatu kejelasan tentang sesuatu hal hingga jelas benar keadaannya]" ujarnya.
"Untuk itu, kita ingin mengembalikan nama baik Kota Solok agar seperti semula," dia menambahkan.
Sedangkan, Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Solok Sumintak, mengimbau media harus bisa memberi berita yang berimbang masyarakat tetap tenang dan tidak menimbulkan kegaduhan.
Ia menyebutkan bahwa kasus Fiera dengan ormas Islam sudah selesai dimediasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Solok dengan permintaan maaf dan penandatangan pernyataan tidak akan mengulangi tindakan tersebut.
Adapun, soal mutasi Kapolres Solok Susmelawati, Sumintak menyebut hal itu bukan karena kasus persekusi tetapi murni keputusan Kapolri untuk penyegaran suasana.
Sementara ini, baru ada satu laporan tentang persekusi yang dialami Fiera. Kepolisian sudah menginterogasi 14 orang dari 17 saksi yang direncanakan. Kejadian ini dianggap merupakan efek unggahan oknum tidak bertanggung jawab di media sosial, untuk memperkeruh suasana di Kota Solok.
Wakil Direktur RSUD Kota Solok dr Elfahmi menyatakan bahwa kasus ini menyebabkan citra buruk bagi rumah sakit tersebut. Namun, dia menyebut tidak ada rencana pindah dari dokter Fiera, sebelum kasus tersebut terjadi.
"Hingga kini, dokter Fiera masih mengambil cuti selama dua minggu," ujarnya.