Warga Kolong Tol Kalijodo Pasrah Bedeng Liarnya Dirobohkan
CNN Indonesia
Rabu, 14 Jun 2017 10:52 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Penertiban bangunan liar di kolong tol di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, Rabu (14/1) pagi berlangsung lancar. Warga pasrah bangunan tempat mereka tinggal selama ini diratakan dengan tanah. Mereka hanya bisa mengais sisa-sisa barang yang bisa digunakan.
Penggusuran berlangsung cepat. Dalam tempo sekitar dua jam, sekitar 150 bangunan liar dirobohkan menggunakan alat berat. Sejumlah warga bahkan membantu petugas membongkar bangunan mereka sendiri yang terbuat dari triplek dan asbes tersebut.
Sementara yang lainnya sibuk mengangkat barang-barang pribadi, seperti kasur, meja kayu, kursi plastik, lemari, kipas angin dan perabotan dapur.
Mereka kemudian mengumpulkan barang-barang mereka di alan Kepanduan I yang berada di seberang Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo.
Sebagian besar warga mengaku belum tahu hendak berpindah kemana setelah tempat tinggal mereka digusur.
”Mau cari kontrakan juga enggak tahu ke mana. Duitnya saja enggak ada," ujar salah seorang pemilik bedeng, Susi (34), kepada CNNIndonesia.com.
Menurutnya, pemerintah tidak memberikan tempat penampungan sementara. Pasalnya warga penghuni bangunan liar itu tak punya dokumen Pajak Bumi dan Bangunan dan tidak tercatat sebagai warga DKI Jakarta.
Warga kaget tempat tinggal mereka digusur tiba-tiba. Mereka mengaku baru mendapat pemberitahuan Rabu pagi sebelum penggusuran. Karena itu mereka tak punya cukup waktu untuk mencari tempat baru.
"Sementara mau ngungsi ke rumah anak saya dulu, di Pademangan. Tapi belum datang untuk menjemput. Saya bingung mau taruh barangnya di mana," kata warga yang lain, Amin.
Penggusuran berlangsung cepat. Dalam tempo sekitar dua jam, sekitar 150 bangunan liar dirobohkan menggunakan alat berat. Sejumlah warga bahkan membantu petugas membongkar bangunan mereka sendiri yang terbuat dari triplek dan asbes tersebut.
Sementara yang lainnya sibuk mengangkat barang-barang pribadi, seperti kasur, meja kayu, kursi plastik, lemari, kipas angin dan perabotan dapur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
”Mau cari kontrakan juga enggak tahu ke mana. Duitnya saja enggak ada," ujar salah seorang pemilik bedeng, Susi (34), kepada CNNIndonesia.com.
Warga pasrah tempat tinggal mereka di kolong tol Kalijodo digusur Satpol PP. (CNN Indonesia/Filani Olyvia) |
Menurutnya, pemerintah tidak memberikan tempat penampungan sementara. Pasalnya warga penghuni bangunan liar itu tak punya dokumen Pajak Bumi dan Bangunan dan tidak tercatat sebagai warga DKI Jakarta.
"Sementara mau ngungsi ke rumah anak saya dulu, di Pademangan. Tapi belum datang untuk menjemput. Saya bingung mau taruh barangnya di mana," kata warga yang lain, Amin.
Warga pasrah tempat tinggal mereka di kolong tol Kalijodo digusur Satpol PP. (CNN Indonesia/Filani Olyvia)