Jokowi Akan Prioritaskan Bangun Jembatan Desa

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Sabtu, 17/06/2017 16:46 WIB
Jokowi Akan Prioritaskan Bangun Jembatan Desa Presiden Jokowi lakukan kunjungan kerja ke Temanggung, Jawa Tengah (dok. CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah akan memprioritaskan pembangunan jembatan-jembatan kecil di banyak desa di Indonesia. Menurutnya, pembangunan jembatan kecil ini akan mempercepat pertumbuhan desa-desa di Indonesia.

"Penting sekali. Saya sampaikan kepada Pak Menteri (Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum) agar jembatan gantung diprioritaskan," ujar Jokowi di Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (17/6).

Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan sejumlah infrastruktur desa di Temanggung, Jawa Tengah. Salah satu jembatan yang diresmikan adalah Jembatan Kali Galeh. Jembatan sepanjang 90 meter ini menghubungkan Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu ke Desa Kauman, Kecamatan Parakan.



Tiga jembatan lain yang turut diresmikan adalah Jembatan Gantung Suropadan, Jembatan Gantung Mangunsuko, dan Jembatan Gantung Krinjing. Pembangunan keempat jembatan ini, menghabiskan anggaran Rp10,306 miliar.

Jokowi menyatakan banyak bupati yang meminta agar pemerintah membangun jembatan di daerahnya. Tahun ini, setidaknya 60 jembatan akan dibangun. Jumlah akan terus diperbanyak tahun depan.

"Ini bisa memberikan manfaat besar baik (bagi) transportasi orang, barang, komoditas. Sehingga, ada efisiensi dalam transportasi. Baik (dari segi) biaya dan waktu," tutur mantan Wali Kota Solo ini.


Ia menegaskan, jembatan gantung yang dibangun hanya diperuntukkan pejalan kaki dan pengendara motor pembawa komoditas.

Secara khusus, Jokowi mengingatkan kepada kepala daerah agar mereka melakukan efisiensi komoditas. Caranya dengan melakukan terobosan dengan mengikuti perkembangan pasar. Sehingga petani bisa menyediakan barang yang sesuai dengan permintaan pasar.

"Kecepatan (perkembangan komoditas) bisa dikalkukasikan, mana komoditas menguntungkan dan tidak," terang Presiden. Sebagai contoh, jika ternyata permintaan cokelat sedang tinggi, Presiden berharap petani bisa diarahkan untuk menanam komoditas tersebut. "Jangan sawit melulu. Dibawa ke yang lagi tinggi permintaannya," tandasnya.