Tim Satgas Pantau Lokasi Rawan Pungli di Jalur Mudik

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Selasa, 20/06/2017 10:31 WIB
Tim Satgas Pantau Lokasi Rawan Pungli di Jalur Mudik Kepala Satgas Saber Pungli Komjen Dwi Priyatno Memerintahkan Unit Saber Pungli Memantau Kawasan Rawan Pungli. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) akan mengantisipasi aksi pungutan liar yang terjadi di sejumlah ruas jalan yang dilalui para pemudik Lebaran 2017. Tim satgas juga meminta masyarakat melapor bila menemukan pungutan liar di jalan.

Kepala tim Satgas Saber Pungli Komisaris Jenderal Dwi Priyatno telah menginstruksikan ke unit-unit pemberantasan pungli di daerah untuk memantau kawasan-kawasan rawan aksi pungli.

"Sudah kami instruksikan pada unit di daerah untuk bergerak ke beberapa (lokasi dugaan) yang diterima," kata Dwi saat ditemui di Kemenko Polhukam kemarin.
Mantan Kapolda Metro Jaya itu menjelaskan, ada sejumlah permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian unit pemberantasan pungli daerah. Mulai dari persoalan parkir, hingga penjualan tiket angkutan lebaran.

Satgas telah mendapatkan sejumlah laporan dari masyarakat terkait titik-titik yang berpotensi marak pungli. Karena itu, Dwi berharap, masyarakat aktif dalam memberikan informasi pungli jelang Lebaran.

"Masyarakat melaporkan dan kami dalami, jadi mereka harus berani jadi saksi untuk memudahkan," kata Inspektur Pengawasan Umum Polri itu.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian juga memerintahkan jajarannya untuk menangkap seluruh pelaku tindak kriminal yang dapat mengganggu aktivitas mudik jelang dan setelah hari raya lebaran tahun ini.

Tito mengatakan, aksi premanisme, penodongan, penjambretan, hingga hipnotis tidak boleh lagi mewarnai aktivitas mudik. Perintah tersebut sudah ia sampaikan kepada anggota di satuan reserse, intelijen, dan brigade mobil (brimob).

"Saya sudah memerintahkan jajaran kepolisian untuk membersihkan preman, copet, penodong, penjambret, tukang hipnotis, tukang bius minuman, serta pencuri di kereta api, bus, dan kapal semua dibersihkan," kata Tito.

Selain itu, Tito mengimbau pemudik yang melalui Tol Brebes-Semarang berhati-hati. Menurutnya, jalur tersebut belum dilengkapi dengan fasilitas yang mumpuni, seperti penerangan dan petunjuk arah.

Kemudian, lanjutnya, jalur Tol Brebes-Semarang juga memiliki kontur jalan yang belum sempurna. Tito menyarankan, pemudik menjaga jarak aman dan kecepatan saat berkendara di jalur tersebut.

"Kami minta semua agar berhati-hati. Karena belum ada ada lampu. Apalagi malam hari harus ekstra hati-hati, katanya.