Serangan di Masjid Ahmadiyah Depok Dianggap Bentuk Teror

Patricia Diah Ayu Saraswati, CNN Indonesia | Minggu, 25/06/2017 10:15 WIB
Serangan di Masjid Ahmadiyah Depok Dianggap Bentuk Teror Penyerangan berupa pelemparan cat dan telur ke sekeliling masjid. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Yendra Budiana mengatakan, penyerangan yang terjadi di Masjid Al Hidayah Depok pada Sabtu (24/6) dini hari merupakan bentuk teror terhadap jemaah Ahmadiyah Depok.

Menurutnya, teror tersebut bertujuan untuk menakut-nakuti jemaah Ahamdiyah Depok agar tidak melakukan Salat Id di Masjid Al Hidayah.

"Saya pikir itu lebih kepada teror agar kami takut melakukan Salat Id di sana," kata Yendra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (25/6).


Yendra menjelaskan, penyerangan tersebut berupa pelemparan cat dan telur ke sekeliling masjid. Selain itu, pelaku juga memasang spanduk yang isinya menyatakan keberatan jemaah Ahamdiyah Depok melakukan Salat Id di area Masjid Al Hidayah.

Yendra mengatakan, kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian yang langsung melakukan olah TKP di Masjid Al Hidayah.
Setelah kejadian tersebut, Masjid Al Hidayah masih dijaga oleh pihak kepolisian, bahkan sampai pelaksaan Salat Id tadi pagi.

"Polisi ikut berjaga sampai tadi pagi, sampai Salat Id," ujar Yendra.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih dilakukan. Namun, Yendra menduga, jika melihat dari pola penyerangannya, pelaku bukan warga sekitar.

"Pelaku bukan warga sekitar, kalau melihat pola itu bukan spontanitas, kalau spontan paling lempar batu, kalau yang seperti ini memang terlatih dan tidak ingin ada kerusakana, lebih kepada teror saja," ucap Yendra.