"SP itu sudah terpantau oleh kami, dia pernah bertempur di Suriah beberapa tahun lalu. Nah ini menjadi poin penting yang akan kami ungkap untuk mengetahui jaringan-jaringan," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/6).
Petugas Brimob yang berada di lokasi kejadian kemudian menembak kedua pelaku. Ardial tewas di lokasi kejadian, sedangkan Syawaludin terluka di bagian
kaki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Setyo, Boboy dan Firmansyah ditempatkan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Sementara, Syawaludin dirawat di RS Polri Kramatjati.
Namun, polisi masih mendalami keterlibatan Syawaludin dalam faksi yang berada di tubuh ISIS tersebut.
"Kalau kita melihat bahwa telah melakukan perjalanan ke luar negeri Suriah berarti yang bersangkutan memiliki basis ideologi yang cukup kuat," kata Pudjo.
Pudjo menyatakan, Syawaludin bersama dengan rekannya diduga merupakan suatu sel kecil terputus dengan kelompok-kelompok lain di Indonesia.
"Jadi memang ISIS seperti itu, ada yang sel terhubung langsung tapi ada sel yang terputus. karena sistem perekrutannya adalah melewati internet, jadi tiap kelompok itu bisa saling kenal atau tidak saling kenal seperti itu," kata dia.