Dalam pembukaan pidatonya, Obama mengatakan rasa senangnya bisa kembali ke Indonesia, khususnya Jakarta. Dia mengenang kembali saat dirinya masih tinggal di Ibukota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama juga menceritakan kunjungannya ke sejumlah daerah di Bali dan Yogyakarta. Sebelum ke Jakarta, Obama memang mengunjungi candi Prambanan dan Borobudur.
Dia bercerita kehidupannya waktu kecil di Menteng Dalam harus menghadapi banjir, bersih-bersih kampung dan mengejar ayam. Sekarang dia takjub, karena Indonesia sudah banyak jalan raya dan gedung.
“Saat itu orang-orang hanya bisa mendapatkan beberapa rupiah setiap hari. Sekarang banyak orang sudah menghabiskan waktunya di Facebook,” sebutnya.
“Itu bukan berarti kita tidak harus melakukan apa-apa. Kita harus mengetahui globalisasi dan teknologi juga mengakibatkan masalah. Mengakibatkan pergeseran pada keluarga, iklim, terorisme. Negara ini makin maju tapi juga ada masalah. Seperti kesenjangan sosial,” sebut dia.
Untuk itu, Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis dan Ras bisa menjadi salah satu negara yang bisa menghargai perbedaan dan tentu saja kaum minoritas.
“Lihat Borobudur ada candi di tengah negara Islam besar. Wayang kulit cerita Ramayana. Jadi semangat negara ini adalah toleransi. Semangat itu adalah salah satu pembeda Indonesia. Karakter penting yang harus dikirim ke semua negara muslim di seluruh dunia , "Bhinneka Tunggal Ika”” tandasnya.