logo CNN Indonesia

Terdakwa e-KTP Muntaber, Hakim Tunda Sidang Pledoi

, CNN Indonesia
Terdakwa e-KTP Muntaber, Hakim Tunda Sidang Pledoi
Jakarta, CNN Indonesia -- Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menunda sidang pembacaan pledoi atau nota pembelaan terdakwa e-KTP Irman dan Sugiharto, Senin (10/7). Pasalnya, salah satu terdakwa yakni Irman mengalami sakit muntaber dan lambung hingga harus dirawat di RSPAD Gatot Subroto.

"Perlu kami sampaikan bahwa terdakwa Irman sejak Kamis 6 Juli mengalami sakit dan harus dirawat inap. Tapi sampai hari ini belum ada surat dokter yang menyatakan terdakwa sudah bisa keluar dari rumah sakit," ujar jaksa Wawan Yunarwanto di hadapan majelis hakim.

Majelis hakim pun menyatakan menunda sidang pada 12 Juli mendatang. Meski terdakwa Sugiharto hadir, menurut hakim, sidang tak dapat dilanjutkan lantaran berkas dakwaan menjadi satu.
 
"Mengingat panjangnya perjalanan sidang ini maka sidang ditunda sampai Rabu, 12 Juli 2017," kata Ketua Majelis Hakim Jhon Halasan Butar-butar.  
Kuasa hukum terdakwa, Soesilo Arie Wibowo mengatakan, kliennya terpaksa dirawat di rumah sakit karena mengalami muntaber cukup parah. Namun ia menepis kabar yang menyebut bahwa Irman muntaber karena diracun.

"Jangan suudzon. Nanti penyebabnya akan disampaikan dokter melalui surat, tapi karena medis ya rahasia pasien," kata Soesilo usai persidangan
Menurut Soesilo, selama ini makanan yang dikonsumsi Irman sama dengan tahanan lain. Jika ada pihak luar yang mengirimkan untuk Irman, kata Soesilo, hanya berasal dari keluarga.

"Sekarang infonya juga sudah membaik, hanya perutnya saja masih perih," kata Soesilo.
Irman dan Sugiharto sebelumnya telah dituntut masing-masing tujuh dan lima tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Terdakwa Irman juga dikenai pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sebesar US$273.700, Sin$6.000, dan Rp2,4 miliar. Sementara Sugiharto dikenai pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sebesar Rp500 juta.

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video