Tujuh Polisi Diduga Langgar Etik di Deiyai

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Jumat, 18/08/2017 13:21 WIB
Polda Papua menduga tujuh anggota polisi melanggar standar operasional prosedur penggunaan senjata dalam menangani bentrokan di Deiyai, Papua. Sejumlah warga Papua melakukan aksi di kawasan Malioboro, DI Yogyakarta, Rabu (9/8). Aksi tersebut menuntut Pemerintah menyelesaikan kasus kejahatan kemanuasiaan yang terjadi di Deiyai, Papua oleh satuan Brimob. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah Papua menduga tujuh anggota polisi melanggar standar operasional prosedur (SOP) penggunaan senjata dalam menangani bentrokan di Kampung Bomou, Distrik Tigi Selatan, Deiyai, awal Agustus.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, ketujuh orang itu adalah anggota Brigade Mobil (Brimob) dan mantan Kapolsek Tigi Inspektur Satu Maing Raini.

Menurut dia, Polda Papua akan memproses tujuh anggota polisi itu dalam sidang kode etik.


"Sudah gelar perkara, tinggal tunggu proses sidang saja. Diduga menyalahi SOP ada tujuh orang yang bawa senjata," kata Kamal saat dihubungi, Jumat (18/8).
Kamal menjelaskan, pihaknya tengah melengkapi persyaratan administrasi ketujuh anggota polisi untuk dibawa ke dalam sidang kode etik.

Kamal berharap proses sidang kode etik bisa dimulai pekan depan.

"Salah tidaknya nanti ditetapkan di keputusan sidang. Mudah-mudahan seminggu ke depan sudah selesai dan siap disidangkan," tutur Kamal.

Bentrokan terjadi di Deiyai dipicu ketidakpuasan warga karena pengabaian perusahaan pembangun jembatan di kawasan kali Oneibo.
Warga ketika itu meminta perusahaan mengantarkan seseorang yang kritis usai tenggelam di sungai. Namun, perusahaan tak memberi bantuan kendaraan yang diminta warga.

Warga akhirnya mendapatkan kendaraan dari wilayah lain dan membawa korban kritis itu ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Warga kemudian kesal dan mendatangi perkemahan pembangunan jembatan dan merusak pos pekerja.

Anggota Brimob dan Polsek Tigi langsung menghampiri lokasi. Warga mengamuk dan polisi pun melepas tembakan. Satu orang warga sipil tewas kena hujam timah panas dan delapan lainnya luka-luka.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK