Budi Waseso Angkat Suara Soal Besanan dengan Budi Gunawan
Marselinus Gual | CNN Indonesia
Rabu, 23 Agu 2017 13:17 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso menyatakan sama sekali tidak ikut campur dalam perjodohan anaknya Nindya Nur Prasasti dengan putra Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan, Mochamad Herviano Widyatama.
"Kata siapa dijodohkan. Tidak ada, enak aaja. Masa di zaman modern mau dijodoh-jodohkan," kata Budi sambil melepas tawa di gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (23/8).
Kabar Budi Gunawan dan Budi Waseso akan menjadi besan telah tersebar sejak pengujung tahun silam. Buwas mengatakan pernikahan putrinya itu bukan karena dorongan dirinya dengan Budi. Nindya dan Herviano, kata Budi, sudah lama menjalin hubungan asmara.
"Itu kan ibarat jodoh di tangan Tuhan. Jadi mohon doa restunya. Siapapun pada akhirnya orang tua ingin mendoakan anak-anaknya. Jodoh itu kan bukan saya yang menentukan," ucapnya.
Dua perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia itu akan menikahkan anaknya pada Sabtu (2/9) mendatang.
Acara resepsi akad nikah akan berlangsung di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini turut mengundang Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menghadiri acara anaknya itu.
"Saya kan orang Polri masa nggak diundang Kapolri (Tito). Saya kan di bawah Presiden, komandan saya harus diundang dong," katanya. (gil)
"Kata siapa dijodohkan. Tidak ada, enak aaja. Masa di zaman modern mau dijodoh-jodohkan," kata Budi sambil melepas tawa di gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (23/8).
"Itu kan ibarat jodoh di tangan Tuhan. Jadi mohon doa restunya. Siapapun pada akhirnya orang tua ingin mendoakan anak-anaknya. Jodoh itu kan bukan saya yang menentukan," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara resepsi akad nikah akan berlangsung di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
"Saya kan orang Polri masa nggak diundang Kapolri (Tito). Saya kan di bawah Presiden, komandan saya harus diundang dong," katanya. (gil)