Bos First Travel Kantongi 40 Persen Saham Restoran di London

Patricia Diah Ayu Saraswati, Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Rabu, 23/08/2017 16:56 WIB
Bos First Travel Kantongi 40 Persen Saham Restoran di London Bos Firs Travel memiliki 40 persen kepemilikan saham restoran Nusa Dua di London yang khusus menyajikan menu makanan khas Indonesia. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri kembali mengungkap aset baru milik tersangka kasus penipuan terhadap calon jamaah umroh First Travel, Andika Surachman.

Kanit 5 Subdit 5 Jatanwil Dit Tipidum Bareskrim Polri AKBP M Rivai Arvan menyebut aset yang dimiliki oleh bos First Travel tersebut berupa saham sebesar 40 persen di Restoran Nusa Dua yang berada di London, Inggris.

"Saham restoran 40 persen," kata Rivai di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (23/8).
Kepemilihan saham di restoran tersebut, kata Rivai, juga telah diakui oleh tersangka. Selain itu, tersangka juga menyatakan kepemilihan saham di restoran tersebut sudah memiliki izin.


"Menurut pengakuan dia (tersangka) ada izinnya, tapi belum bisa menunjukkan," ujar Rivai.

Rivai menyampaikan penyidik masih melakukan penelusuran terkait dengan aset yang dimiliki oleh bos First Travel. Rivai juga tidak menjelaskan siapa pemilik saham restoran selain bos First Travel.

"Itu masih berproses ya, karena kami masih berfokus sambil menunggu proses hukum," ujarnya.
Selain kepemilikan saham tersebut, penyidik juga menemukan banyak transaksi yang dilakukan oleh bos First Travel di luar negeri. Namun polisi hingga kini belum mengetahui soal kepemilikan rekening bank di luar negeri.

"Kalau menurut pengakuannya belum ada (rekening bank di luar negeri)," ucapnya.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak sebelumnya menjelaskan restoran tersebut diduga dibeli oleh tersangka dengan harga sekitar 700 ribu Poundstarling.

"Sedang kami cek kebenarannya. Dibeli 700 ribu Poundstarling," ucap Herry, Selasa (22/8).

Polisi saat ini masih mengecek dokumen dan penelusuran terhadap dugaan aset tersebut.