Berdasarkan sumber CNNIndonesia.com di lingkungan Kementerian Dalam Negeri,calon praja yang menjadi korban pemukulan berasal dari Riau, sementara sang perempuan adalah anak didik dari Kalimantan Barat.
Masalah muncul ketika ada rekan dari calon praja perempuan yang mengetahui temannya dipacari oleh anak didik dari Riau. Tak terima temannya dipacari, sang pemukul bersama teman-temannya pun menghampiri korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah ditanya-tanya, anak itu dilempar selimut. Dia kemudian mengelak, membuka selimut itu, kemudian langsung dipukul praja yang menghampirinya," kata sumber, Selasa (29/8).
Korban disebut menderita luka memar di bibirnya. Dia diperiksa dokter dan hasil visum menyatakan bahwa lukanya tergolong ringan.
"Pemukul lima orang diturunkan pangkat dan tingkat, dan lima orang diskorsing enam bulan, dan satu pengasuh diberhentikan. Pemukulannya ringan. Saat ini aktivitas (belajar mengajar) seperti biasa," kata Rektor IPDN Ermaya.
"Harus ditindak dengan tegas 10 praja IPDN. Kalau tidak, ada pembiaran, ada kelonggaran, ini mengganggu peran-peran IPDN ke depan. Yang harus dijaga kehormatan harga diri sebagai lembaga revolusi mental khususnya pegawai negeri sipil," tutur Tjahjo, kemarin (28/8). (gil)