Pada Kamis (31/8) pagi, sebanyak 100 personel bantuan dari Brimob Detasemen A Polda Sulawesi Selatan didatangkan untuk membantu memulihkan situasi keamanan. Sedangkan hingga pukul 13.00 waktu setempat, penerbangan dari dan ke Bandara Biloray, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, lumpuh total akibat jalan menuju Bandara dipalang oleh massa.
"Memang benar sejak Rabu (30/8) bandara dipalang dan hingga kini belum berhasil dibuka," kata Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Kamal seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemalangan dilakukan para pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut dua Yulius Yapugauw-Yunus Kalabetme yang tak puas dengan putusan MK yang memenangkan pasangan petahana nomor urut tiga, Natalis Tabuni-Yan Robert Kobogoyauw.
Ahmad mengatakan, dari laporan yang diterima perkantoran yang dibakar yaitu kantor Dinas Kesehatan, Kesbangpol dan kantor Bappeda.
Aksi yang dilakukan massa tersebut berimbas pada lumpuhnya aktivitas masyarakat.
Majelis hakim MK dalam keputusannya pada Selasa (29/8) menetapkan Pilkada Intan Jaya dimenangkan oleh pasangan nomor urut tiga Naftalis Tabuni-Yan Robert Kobogoyauw.
Pasangan tersebut ditetapkan sebagai Bupati-Wakil Bupati Intan Jaya terpilih periode 2017-2021.
Polisi hingga kini terus berupaya menenangkan massa cabup-cawabup nomor urut dua dengan memberikan pemahaman kepada mereka agar dapat menerima dengan jiwa besar hasil keputusan MK tentang pemenang Pilkada setempat.
Sementara Kapolda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengimbau massa pendukung cabup-cawabup Intan Jaya yang dinyatakan kalah agar menahan diri melakukan tindakan anarkis.
"Polisi dibantu TNI terus berupaya meredam kekecewaan pendukung pasangan calon nomor urut dua," katanya.