Pimpinan KPK Tunggu Rekomendasi Sanksi untuk Aris Budiman

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Sabtu, 02/09/2017 21:21 WIB
Pimpinan KPK Tunggu Rekomendasi Sanksi untuk Aris Budiman Aris Budiman hadir dalam rapat Pansus Hak Angket terhadap KPK, meski tak dapat izin. Nasib Aris saat ini tergantung rekomendasi pengawasan internal. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya belum akan memberikan sanksi kepada Direktur Penyidikan Brigadir Jenderal Pol Aris Budiman yang nekat datang ke Pansus Hak Angket KPK. Aris datang ke pansus tanpa izin dari pimpinan KPK.

Agus mengatakan, Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK sudah menggelar sidang internal untuk menindaklanjuti 'perlawanan' Aris itu. Hasilnya kemudian akan diteruskan ke Pengawasan Internal (PI).

"Nanti itu DPP ke pengawasan internal. Kita nanti akan mengikuti sarannya Pengawas Internal," ujar Agus di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9).
Menurut Agus, DPP KPK sifatnya hanya memberi saran kepada PI sesuai hasil sidang. Kemudian, PI yang akan menindaklanjuti ke pimpinan KPK berupa rekomendasi sanksi.


"Jadi DPP hanya menyarankan, PI yang menindaklanjuti, nanti PI yang memberikan masukan pada pimpinan," ujar Agus.

Aris memutuskan hadir dalam rapat dengar pendapat umum Pansus Hak Angket terhadap KPK, meski tak diizinkan oleh pimpinan KPK.
Bekas Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri itu mengaku dirinya membangkang perintah pimpinan KPK. Bahkan dirinya menyebut baru pertama kali membantah atasannya selama bekerja.

Dalam rapat dengan pansus, Aris membeberkan perpecahan di internal KPK. Dia mengungkapkan ada friksi antara kelompoknya dengan geng Novel Baswedan.

Friksi dengan geng Novel dimulai ketika rekrutmen Kepala Satuan Tugas Penyidikan. Aris menginginkan calonnya berasal dari Polri, sementara Novel tidak setuju dan melayangkan protes lewat email.

Sejak itu, hubungan keduanya memanas. Kelompok penyidik di bawah komando Aris tak pernah akur dengan geng penyidik pimpinan Novel.
Friksi itu berlanjut, ketika Aris melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya dengan dugaan pencemaran nama baik Minggu (13/8) lalu. Aris merasa dihina dan dicemarkan nama baiknya lewat email protes yang dilayangkan Novel soal rekrutmen Kepala Satgas Penyidikan.

Tak cuma itu, Aris juga membeberkan, bagaimana pengaruh Novel di KPK. Kata Aris, Novel begitu powerfull di KPK layaknya komisioner. Saking berpengaruhnya, Novel bahkan bisa mengubah arah kebijakan pimpinan KPK.