Email itu disampaikan Novel kepada Aris, selaku Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 14 Februari 2017. Novel mengirimkan pesan itu lantaran keberatan dengan rekrutmen yang dilakukan Aris untuk posisi Kepala Satuan Tugas penyidikan di lembaga antirasuah.
Email itu yang membuat hubungan keduanya semakin 'memanas'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan diperkirakan ada masalah pada periode tertentu. Ini friksi berkaitan dengan posisi. Saya ingin menata tapi kesulitan," kata Aris saat menghadiri rapat Pansus Angket KPK beberapa waktu lalu.
Laporan Aris terhadap Novel langsung 'disambut' jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Jajaran Ditreskrimsus langsung menaikan kasus dugaan pencemaran nama baik ini ke tingkat penyidikan pada 21 Agustus 2017.
Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah dikirimkan Polda Metro Jaya kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada 28 Agustus 2017. SPDP itu ditandatangani oleh Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ady Deriyan Jayamarta.
Setahun sebelum menjadi Dirdik KPK, Aris pernah berkarir di Polda Metro Jaya. Tepatnya sebagai Dirreskrimsus pada 2014 lalu.