Ditahan KPK, Hakim PN Bengkulu Tutupi Wajah Pakai Rompi

Feri Agus, CNN Indonesia | Jumat, 08/09/2017 03:45 WIB
Ditahan KPK, Hakim PN Bengkulu Tutupi Wajah Pakai Rompi Hakim PN Bengkulu Dewi Suryana ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka suap penanganan perkara, di Rumah Tahanan KPK, Jumat (8/9). (CNN Indonesia/Feri Agus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu Dewi Suryana, usai resmi ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan perkara dugaan korupsi dengan terdakwa Wilson.

Dewi keluar dari ruang pemeriksaan sekitar 02.50 WIB. Dia yang sudah mengenakan seragam tahanan warna oranye tampak tertunduk saat berjalan keluar gedung KPK, Jumat (8/9).

Dewi pun tak menanggapi pertanyaan wartawan-wartawan yang menantinya keluar dari Gedung KPK. Sang tersangka pun menutupi wajahnya dengan tangannya sambil berjalan menuju mobil tahanan.


Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut hakim itu. Saat berada di dalam mobil tahanan, Dewi tetap menutupi wajahnya dengan rompi tahanan KPK berwarna oranye.

Selang beberapa menit, keluar lagi seorang PNS yang diduga sebagai pemberi suap Syuhadatul Islamy. Perempuan paruh baya yang telah mengenakan rompi tahanan itu langsung masuk ke mobil tahanan.

Serupa Dewi, Syuhadatul pun enggan menjawab pertanyaan wartawan.

Terakhir, panitera pengganti Pengadilan Negeri Bengkulu Hendra Kurniawan yang keluar menyusul dua tersangka lainnya. Sama seperti Dewi dan Syuhadatul, Hendra pun bungkam menuju mobil tahanan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan ketiga tersangka itu ditahan di Rumah Tahanan KPK. Mereka ditahan untuk 20 hari pertama.

"Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan," kata Febri saat dikonfirmasi.

Dewi dan Hendra diduga menerima suap sebesar Rp125 juta dari pihak keluarga terdakwa perkara dugaan korupsi Wilson, Syuhadatul. Uang tersebut disinyalir untuk mempengaruhi vonis perkara Wilson. 

Dewi dan Hendra ditangkap dalam OTT yang dilakukan tim KPK pada Rabu (6/9). Bersama keduanya juga ditangkap lima lain. Namun KPK hanya menetapkan Dewi dan Hendra serta Syuhadatul, selaku keluarga terdakwa Wilson.