Djarot Mengaku Belum Bisa Bertemu PT Jaya Ancol

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 19/09/2017 17:49 WIB
Djarot Mengaku Belum Bisa Bertemu PT Jaya Ancol Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku belum bisa bertemu PT Pembangunan Jaya Ancol terkait wacana pantai gratis. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat belum bisa memastikan kapan pihaknya bisa bertemu dengan PT Jaya Ancol. Hal itu terkait wacana menggratiskan karcis masuk ke objek wisata Pantai yang ada di pesisir Utara Jakarta itu.

Saat ini, dia akan berdiskusi dulu dengan beberapa pihak pemerintah terkait wacana yang dia akui telah dicetuskan sejak lama itu.

"Belum, akan diskusikan dulu bagaimana mekanismenya," kata Djarot di Gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (19/9).


Namun, bagaimana pun kata Djarot wacana menggratiskan karcis masuk ini perlu segera direalisasikan. Apalagi, Ancol saat perhelatan Sea Games mendatang menjadi salah satu tempat dilaksanakannya olahraga air jetski.

"Nanti ada venue Asian Games di situ. Jetski. Ini bagaimana caranya biar semua masyarakat bisa menikmati tanpa ada diskriminasi," kata dia.
Wacana menggratiskan karcis masuk Ancol ini diakui Djarot agar tidak adanya penyalahgunaan ongkos karcis masuk. Sebab selama ini pembayaran tiket pun nyatanya masih dilakukan secara manual, tentu kata dia hal tersebut berpotensi adanya penyelewengan yang dilakukan.

"Ya kan selama ini cash, langsung bayar. Tidak tercatat dong berapa yang masuk yang datang," katanya.

Mantan wali kota Blitar ini juga menyebut jika wacana karcis Ancol sudah resmi digratiskan, harus ada jam malam yang diterapkan. Sebab kata dia, ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kegiatan-kegiatan di luar rekreasi yang dilakukan warga luar Ancol.

"Kalau warga yang tinggal di cotage atau apartemen boleh masuk, kalau yang bukan, sudah malam harus dilarang," katanya.
Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD DKI dari Fraksi Partai Golkar Yudistira Hermawan mendukung wacana gratis masuk Taman Impian Jaya Ancol. Pernyataan itu disampaikan menyusul pernyataan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang ingin biaya masuk kawasan Ancol ditiadakan.

"Ancol itu dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI sahamnya 72 persen, sisanya adalah PT Pembangunan Jaya Ancol. Tentu dia harus mendengarkan aspirasi masyarakat melalui Pemerintah Provinsi DKI," kata Yudistira saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (19/9).

Menurut Yudistira, Ancol seharusnya tidak boleh lagi menerima pendapatan dari penjualan tiket masuk. Pendapatan Ancol seharusnya berasal dari restoran, dan wahana-wahana seperti Dunia Fantasi.

Kata Yudistira, sudah saatnya Pemerintah Provinsi DKI memberikan akses kepada publik terhadap pantai. Terutama pada masyarakat DKI Jakarta yang tidak punya akses ke pantai.

"Saya tadi sudah rapat dengan Badan Pengelola Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD), secara khusus minta materi ini agar dapat direalisasikan. Permintaan masyarakat agar akses ke pantai itu diberikan kepada masyarakat oleh PT Pembangunan Jaya Ancol," kata Yudistira.
(djm/djm)