Gubernur Djarot Sentil Pensiunan Dominasi Pekerja BUMD

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Rabu, 20/09/2017 11:56 WIB
Gubernur Djarot Sentil Pensiunan Dominasi Pekerja BUMD Djarot Saiful Hidayat menyindir proses rekrutmen di BUMD karena diduga lebih banyak diisi oleh pensiunan. Dia menilai revitalisasi harus segera dilakukan. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyentil proses perekrutan tenaga pekerja Badan Usaha Milk Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Menurut Djarot, diperlukan tenaga-tenaga segar alias generasi baru yang mampu merevitalisasi pengelolaan BUMD secara profesional.

"Saya ini sepuluh tahun jadi wali kota dan banyak belajar. Kebanyakan di masa lalu pasar atau perusahaan daerah, BUMD lebih banyak diisi oleh, mohon maaf, para pensiunan. Ini enggak boleh lagi," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/9).


Menurutnya, BUMD haruslah merekrut tenaga baru yang dapat melawan berbagai praktik kerja masa lalu yang penuh dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

"Harus betul-betul kompetitif di era persaingan, maka harus betul-betul bagus," ujar dia.

Sentilan Djarot itu menanggapi pegawai PD Pasar Jaya yang menggelar demo pada Selasa (19/9) karena dugaan tidak adanya transparansi perekrutan tenaga profesional serta ketimpangan gaji pada perusahaan pelat merah tersebut.
Terkait masalah tersebut, Djarot meminta kepada Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin untuk lebih mengontrol kinerja pegawainya, yakni dengan penetapan Key Performance Indicator (KPI).

"Mereka yang malas, beralasan-alasan, tidak ada inovasi dan tidak kreatif, harusnya intropeksi. Harus ada pengelolaan BUMD kita," kata Djarot.

Djarot pun mengaku telah menugaskan kepada Arief untuk memperkuat manajemen, pengelolaan, juga kapasitas dan sumber daya manusia yang ada di pasar. Termasuk, merevitalisasi berbagai pasar tradisional yang ada di Jakarta sehingga bebas kumuh dan kotor.

"Sehingga, ada beberapa titik (pasar) itu yang nanti akan diintegrasikan dengan aktivitas ekonomi dan sosial lain, misalnya dengan aktivitas perumahan," kata Djarot.
Hal tersebut guna membangun suatu jaringan pasar sehingga harga mampu dikendalikan.

"Perubahan-perubahan seperti ini, tentunya di dalam internal, akan berbenturan dengan nilai-nilai yang lama. Saya beritahukan kepada Pak Arief, jalan saja asalkan profesional dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Djarot.

Kesenjangan Pegawai

Sebelumnya, Ketua Serikat Pekerja PD Pasar Jaya Kasman Panjaitan menyatakan bahwa perekrutan tenaga profesional oleh direksi PD Pasar Jaya, ujar Kasman, menyebabkan adanya kesenjangan antarpegawai.
Kasman menyebut Direksi telah mengangkat 15 tenaga profesional tanpa prosedur. Para tenaga profesional ini digaji dengan kisaran Rp30 juta hingga Rp45 juta.

"Sementara karyawan PD Pasar Jaya yang sudah kerja 30 tahun dengan jabatan yang sama, manajer, itu gajinya cuma Rp17 juta," kata Kasman. (asa)