Direktur Eksekutif Imparsial, Al Araf menambahkan apa yang telah disampaikan Khairul. Senada, Araf menyatakan Gatot memang kerap mengusik hubungan baik antara TNI dengan instansi lainnya.
“Dalam relasi hubungan panglima dengan otoritas sipil, dalam hal ini presiden dan menteri pertahanan, itu sering kali menimbulkan konflik dan perbedaan pandangan dan ini jadi problem,” tutur Araf kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Araf menilai tindakan Gatot itu dapat berpotensi mengganggu hubungan baik dengan instansi negara yang lain.
Menurut Araf, rencana Gatot tersebut bertentangan dengan misi Presiden Joko Widodo yang ingin menuntaskan masalah yang terjadi pada September 1965 silam itu secara lebih objektif.
“Ini kan problem dalam relasi antara panglima dengan Presiden (Joko Widodo). Dalam relasi kurang baik,” tutur Araf.
Araf berharap Presiden Joko Widodo dan Komisi I DPR segera mengoreksi Gatot dengan tegas. Menurut Araf, poin terpenting yang menjadi bahan koreksi yakni sikap-sikap kontroversi Gatot sebagai Panglima TNI selama ini.
“Terakhir terkait soal senjata, juga soal ingin menyerbu pollisi kalau ingin membeli senjata antitank. itu tidak bisa dibenarkan,” kata Araf.
“Hal itu harus dikoreksi dengan tegas oleh Presiden dan DPR,” lanjutnya
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kembali menuai kritik karena pernyataannya soal impor senjata. (CNN Indonesia/Feri Setyawan)