Kepala Staf Presiden Teten Masduki berpendapat, banyaknya oknum hingga kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan juga menunjukkan KPK berfungsi efektif.
"Praktik korupsi masih satu fakta KPK betul-betul kita perlukan. Bukan hanya KPK tapi juga Kepolisian dan Kejaksaan yang efektif," ujar Teten di kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teten mengatakan, menindaklanjuti perkara suap dan korupsi melalui proses tangkap tangan lebih mudah daripada melalui penyidikan biasa.
Dikatakan Teten, sejak awal pemerintahan Joko Widodo menekankan untuk fokus dalam bidang pemberantasan korupsi.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, sejak Oktober 2014- Agustus 2017, 31 kasus korupsi menjerat sejumlah kepala daerah. Sementara itu, tujuh kasus suap dan satu kasus gratifikasi juga terjadi saat itu.
Kasus-kasus itu tak hanya ditangani KPK. Kepolisian dan Kejaksaan juga turut turun tangan memproses perkara suap dan korupsi kepala daerah.