Panglima TNI Segera Keluarkan Rekomendasi 280 Senjata Brimob

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Jumat, 06/10/2017 15:03 WIB
Panglima TNI Segera Keluarkan Rekomendasi 280 Senjata Brimob Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan segera mengeluarkan rekomendasi senjata Brimob yang saat ini tertahan. Rekomendasi disertai sejumlah catatan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panglima TNI Gatot Nurmantyo akan segera mengeluarkan rekomendasi senjata Stand Alone Granade Launcher (SAGL) untuk Korps Brimob Polri. Pernyataan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto usai melakukan rapat koordinasi hari ini.

“Mengenai SAGL, akan segera dikeluarkan rekomendasi dari Panglima TNI. Dengan catatan amunisi tajam dititipkan ke Mabes TNI,” kata Wiranto saat jumpa media di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (5/10).


Wiranto menjelaskan ada tiga macam amunisi SAGL. Yaitu amunisi smoke (asap), amunisi gas air mata dan amunisi tajam.


“Nah tajamnya ini, nanti dititip di mabes TNI. Sehingga setiap saat ya, kalau memang dibutuhkan ada suatu proses,” kata Wiranto.

Sebelumnya, sebanyak 280 pucuk senjata dan amunisi untuk Korps Brimob Polri tertahan di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Senjata tersebut tersimpan dalam kotak kayu di area Cargo UNEX.


Senjata itu dikabarkan belum memiliki rekomendasi dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Kemudian BAIS TNI dan Bea Cukai memeriksa senjata tersebut di Bandara Soekarno-Hatta.

Pemeriksaan gabungan dilakukan 20 personel dan dipimpin Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno Hatta, Hengky Aritonang.

Dalam pemeriksaan itu hadir pula Komandan Detasemen Polisi Militer Tangerang Letnan Kolonel Tri Cahyo, perwakilan Mabes Polri, Komisaris Besar Dwi Suryo Cahyono, Komandan Satuan Latihan Korps Brimob Kombes Wahyu, Kepala Bagian Logistik l Korps Brimob Kombes Wahyu Widodo, serta anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Mayor Armada.

Selain itu, ikut menyaksikan pula perwakilan Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengaman (Paminal Divpropam) Polri Kombes Agung Wicaksono, Kepala Bidang Propam Korps Brimob Ajun Komisaris Besar Asep Syaifuddin, Kepala BAIS TNI Mayjen Hartono, Direktur A BAIS TNI Urusan Dalam Negeri Brigjen Wahid Aprilianto, serta Asintel Panglima TNI Mayjen Benny Indra Pujihastono.


Pemeriksaan fisik dilakukan dengan membuka satu persatu kotak kayu tersebut.

Secara rinci, kargo itu berisi senjata SAGL dan amunisi RLV-HEFJ kaliber 40x 46mm. SAGL berjumlah 280 yang dikemas dalam 28 kotak (10 pucuk/kotak), dengan berat total 2.212 kg. Sementara amunisi memiliki total 5.932 butir yang dikemas dalam 71 boks dengan berat total 2.829 kg.

Kargo berisi senjata itu diangkut pesawat maskapai Ukraine Air Alliance dengan nomor penerbangan UKL 4024, dan tiba pada Jumat (29/9) pukul 23.30 WIB.