PDIP Tak Buru-buru Usung Jokowi untuk Pilpres 2019

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 11/10/2017 20:56 WIB
PDIP Tak Buru-buru Usung Jokowi untuk Pilpres 2019 PDI Perjuangan belum mau buru-buru mengumumkan dukungan untuk Jokowi di Pilpres 2019. (CNN Indonesi/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbeda dari partai-partai lain, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum akan mendeklarasikan dukungan terhadap kadernya, Joko Widodo sebagai calon Presiden di Pemilu 2019 dalam waktu dekat. Koalisi akan dibangun lebih dulu dalam mengusung Capres tertentu.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya lebih memilih untuk menyesuaikan dengan jadwal Pemilu 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam jadwal KPU, masa pendaftaran bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2019 akan diselenggarakan pada 4-10 Agustus 2018.

"Ya nanti diikuti tahapan-tahapan. Yang penting bagaimana PDIP semakin efektif memberikan dukungan pada pemerintahan Jokowi," kata Hasto, saat mendaftarkan PDIP sebagai peserta Pemilu 2019, di Kantor KPU RI, Jakarta, Rabu (11/10).
Ia memastikan, PDIP, partai pengusung utama Jokowi di Pemilu Presiden 2014, akan bekerjasama dengan parpol-parpol lain dalam mengusung pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden. Artinya, koalisi parpol akan dibentuk sebelum masa pendaftaran pasangan Capres-Cawapres dimulai.


Meski belum memutuskan Capresnya, Hasto memuji kinerja Jokowi selama menjadi Presiden. Menurutnya, tanggapan positif atas kinerja Pemerintah menunjukkan besarnya dukungan masyarakat terhadap Presiden RI ke-7 itu.

"Begitu antusiasme rakyat menyambut pemimpin yang bergerak ke bawah, pemimpin yang jujur, yang kerja keras, bukan pemimpin yang menciptakan masalah tapi yang membawa kegembiraan politik. Kami lihat dukungan faktual dari rakyat," paparnya.


Sebelumnya, sejumlah parpol lebih dulu mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi sebagai Capres di 2019. Yakni, Partai Golkar, Partai Nasdem, PPP, Hanura, dan bahkan Partai Perindo.

Diketahui, penetapan Pasangan capres dan cawapres Pemilu 2019 akan dilakukan pada 20 September 2018. Setelah itu, nomor urut pasangan calon ditentukan 21 September 2018.

Hingga kini elektabilitas Jokowi berdasarkan hasil survei masih ada di urutan teratas. Menurut survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) pada 3-10 September 2017, misalnya, Jokowi mendapat dukungan 45,6 persen responden. Ia mengungguli pesaingnya dalam pilpres 2014, Prabowo Subianto, yang mendapat suara 18,7 persen responden.