Keringat Anies Baswedan dan Jurus Bangau Sandiaga Uno

Muhammad Andika Putra , CNN Indonesia | Kamis, 12/10/2017 11:10 WIB
Keringat Anies Baswedan dan Jurus Bangau Sandiaga Uno
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat hari jelang pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mencoba busana dinas baru mereka, Kamis (12/10).

Sambil berpatut diri menggunakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) Wakil Gubernur, Sandiaga Uno melempar senyuman kala keluar dari ruangan salah satu rumah di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dua melati berwarna emas tersandang di pundaknya, juga topi dinas yang ia pakai dengan rapi di kepalanya.

Pria yang gemar berlari itu pun menyapa wartawan sebelum mengikuti sesi foto dengan PDU tersebut.

Tak butuh waktu lama bagi fotografer untuk mengarahkan Sandi. Sesi foto Sandi dengan PDU itu berlangsung sekitar lima menit. Mulai dari menghadap ke depan dengan senyuman dan muka serius, sampai serong kanan dan serong kiri.


Usai foto, awak media meminta Sandi untuk melakukan gaya unik. Tak pikir panjang, Sandi langsung melakukan sejumlah gerakan unik. Salah satunya berdiri dengan satu kaki dengan tangan terbentang kesamping layaknya jurus bangau dalam film bela diri kung fu.

Jurus Bangau itu mengingatkan pose yang dipraktikkan Sandi kala masa kampanye Pilkada. Pada 29 Desember 2016, saat berkampanye di kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, Sandiaga menjajal jembatan yang tersusun atas enam bambu terikat.

Saat mencapai pertengahan jembatan di saluran selebar tiga meter tersebut, Sandiaga pun mempraktikkan jurus bangau. Momen itu pun menjadi viral karena banyak wartawan yang memotret serta merekamnya.

Hari ini, pada masa uji pakaian dinas dan pemotretan resmi, Sandiaga mengaku bahagia. Ia pun menjawab sejumlah pertanyaan yang dilayangkan wartawan, namun tak banyak.

“Saya ada agenda lagi berikut ini, makanya saya foto duluan,” kata Sandi.

Membandingkan Anies dan Sandi dalam Busana Dinas Pemprov DKISandiaga Uno tetap mengenakan PDU lengkap saat meladeni wawancara wartawan usai sesi foto. Wawancara itu tak berlangsung lama, karena Sandiaga mengaku ada agenda lain. (CNN Indonesia/M Andika Putra)


Setelah Sandi, giliran Anies yang melakukan pengepasan. Kali ini, para wartawan peliput diizinkan masuk ke dalam ruang ganti.

Di ruangan tersebut, Anies yang sudah berbusana sedang memasang dasi berwarna hitam sambil bercermin. Dia lalu memakai jas putih, serta tanda pangkat tiga melati emas di pundak.Terakhir, mantan Menteri Pendidikan itu memakai sepatu yang juga berwarna putih.

“Ini sepatu dari koperasi TNI Angkatan Laut,” ujar Anies.

Setelah itu, Anies pun melakukan agenda sesi foto dengan PDU tersebut. Tidak seperti Sandi, yang begitu efisien untuk difoto, Anies malah menjalani sesi foto itu seraya berbincang dengan fotografer.

Lain halnya Sandi, berdasarakan pantauan, Anies justru lebih sulit diarahkan gaya oleh fotografer. Sesi foto pun berlangsung lebih lama dibandingkan pria yang jadi wakilnya yakni selama sepuluh menit.

“Ini keringatan, ini keringatan enggak apa-apa ya,” ujar Anies kepada fotografer.


Sesi foto sempat diulang karena ternyata kacamata yang dipakai Anies memantulkan cahaya saat dipratinjau lewat layar komputer. Usai foto Anies pun menghampiri awak media untuk meladeni wawancara. Berbeda dengan Sandi, ia tak ingin memakai PDU lengkap saat wawancara. Jas putih dan dasi hitam ia tanggalkan, padahal media meminta Anies untuk tetap memakai.

“Saya kan belum resmi menjadi gubernur, belum dilantik,” kilah Anies.

Membandingkan Anies dan Sandi dalam Busana Dinas Pemprov DKIAnies Baswedan enggan meladeni wawancara dengan busana PDU lengkap karena belum dilantik jadi Gubernur DKI Jakarta. (CNN Indonesia/M Andika Putra)

Anies dan Sandi bakal dilantik Presiden RI Joko Widodo sebagai Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta di Istana Kepresidenan, Jakarta. Berdasarkan keterangan dari Kementerian Dalam Negeri pelantikan itu nantinya bakal digelar pada pukul 16.00 WIB.

Pelantikan itu sendiri molor sehari dari yang seharusnya. Dirjen Otonomi Daerah Sumarsono mengatakan Djarot akan menutup jabatannya pada 15 Oktober 2017 per pukul 00.00 WIB.

"Harusnya 15 Oktober pelantikannya, tapi diundur 16 Oktober karena 15 Oktober hari libur [Minggu]," ujar Sumarsono, Rabu (11/10).

Lalu, untuk mengatasi risiko kendala administrasi akibat tak ada pejabat gubernur, Sumarsono menyatakan Kemendagri pun menunjuk seorang pelaksana harian (PLH) untuk fungsi kepala daerah.

"Dijabat oleh pelaksana harian Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah dengan penugasan dari Kemendagri," kata Soni.

Adapun serah terima jabatan (sertijab) dari Djarot kepada Anies paling cepat dilakukan satu jam setelah pelantikan dan paling lambat tiga hari setelah pelantikan.
[Gambas:Video CNN]


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Estafet Ahok-Djarot untuk Anies-Sandi