Mendagri Duga Kerusuhan di Kantornya Bermuara ke Pilgub Papua

Lalu Rahadian , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 00:48 WIB
Mendagri Duga Kerusuhan di Kantornya Bermuara ke Pilgub Papua
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyerangan kantor Kementerian Dalam Negeri diduga berhubungan dengan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 Papua.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai kerusuhan akibat sengketa Pilkada 2017 Tolikara itu diindikasikan bermuara ke Pemilihan Gubernur Papua. Tensi politik di Bumi Cenderawasih diprediksi akan tinggi hingga pemilihan kepala daerah yang bakal berlangsung pada 2018 tersebut.

"Apapun, siapapun harus kita lawan, harus terungkap siapa di belakang mereka aktornya. Indikasi sudah kelihatan, muaranya Pilgub Papua," kata Tjahjo dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/10).

Kerusuhan terjadi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/10) petang. Kerusuhan itu dipicu sekelompok massa dari Papua yang mengamuk di sana.

Kantor Kemendagri diserang sekelompok orang dari Barisan Merah Putih yang merupakan bagian pendukung salah satu Calon Bupati Tolikara pada Pilkada 2017. Penyerangan dilakukan Rabu (11/10) dan menyebabkan berbagai kerusakan di lingkungan kantor Kemendagri.

Kemarin Mendagri menyatakan peristiwa mengamuknya massa yang mengatasnamakan Barisan Merah Putih itu terjadi karena tak puas dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan menunda pelantikan kepala daerah terpilih Kabupaten Tolikara.

"Sudah saya jelaskan, Mendagri tidak bisa membatalkan keputusan hukum MK yang final mengikat. Mendagri tidak bisa mengubah SK yang kalah Pilkada jadi pemenang, tapi mereka tetap berpegang bisa," ujar Tjahjo mengulang kembali pernyataan tersebut hari ini.

Dalam putusan MK yang dibacakan 31 Juli 2017, hakim konstitusi menetapkan hasil akhir perolehan suara Pilkada 2017 dimenangkan pasangan calon nomor urut 1 Usman G Wanimbo dan Dinus Wanimbo. Pasangan itu memperoleh 116.259 suara.

Sementara dua pasangan lainnya yakni nomor urut 2 Amos Yikwa-Robeka Enembe meraih 13.216 suara, dan nomor urut 3 John Tabo-Barnabas Weya meraih 86.679 suara. Hasil akhir itu didapatkan setelah pemungutan suara ulang di 18 distrik Kabupaten Tolikara.

Kerusuhan yang terjadi di Kemendagri memakan korban luka hingga 10 orang yang semuanya adalah pegawai dan petugas pengamanan dalam Kemendagri. Polisi lalu mengamankan 15 orang terkait kekacauan tersebut.