Anies Hanya Mau Solusi Permanen Relokasi Pedagang Kaki Lima

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 31/10/2017 06:38 WIB
Anies Hanya Mau Solusi Permanen Relokasi Pedagang Kaki Lima Pedagang Kaki Lima di Tanah Abang, Jakarta, ingin dipindah ke lahan kosong di dekat stasiun kereta. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tak mau mengambil keputusan yang bersifat sementara atau temporer terkait wacana memindahkan pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar atau bahu jalan.

Hal itu juga berlaku untuk PKL Tanah Abang yang disebut-sebut kembali memenuhi trotoar bahkan membanjir ke bahu jalan.

“Ini yah, kami tak mau ambil keputusan yang temporer, kami akan lakukan pemindahan itu secara hati-hati. Kuncinya jangan temporer, lalu muncul lagi, muncul lagi kan sia-sia. Ini sudah terjadi terus-terusan,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/10).



Saat ini, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan masih mencari solusi permanen untuk memindahkan para pedagang kaki lima.

Solusi ini diharapkan Anies bisa berlaku terus hingga para PKL, termasuk yang di Tanah Abang, ketika dipindah ke tempat baru tidak akan kembali ke tempat semula mereka berjualan.

“Kami sedang cari solusi permanen, makanya perlu kajian yang mendalam supaya untung untuk semua pihak,” kata dia.


Hal serupa juga disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Menurut Sandi, pemindahan lokasi usaha para PKL perlu kajian serius yang melibatkan semua pihak, seperti dengan melibatkan Jakarta Smart City untuk melihat aktivitas ekonomi di lokasi tersebut.

“Misalnya untuk PKL Tanah Abang, kami harus lihat hilir mudik masyarakat di sana, aktivitasnya menjanjikan atau tidak. Jadi tidak asal memindahkan saja,” ujar Sandi.

Untuk PKL Tanah Abang, Sandi mengatakan sudah ada sejumlah opsi pemindahan. Opsi itu diusulkan langsung oleh para pedagang ketika menemui Sandi

Mereka meminta dipindahkan ke lahan kosong yang berada di samping stasiun.

“Iya mereka tidak mau dipindah ke blok G karena sepi katanya, minta dipindah ke sebelah stasiun. Kita harus kaji lihat aktivitas ekonominya bagaimana. Intinya kita sudah punya beberapa opsi, nanti kalau sudah eksekusi akan kita sampaikan secara runut,” kata Sandi.