Kepala Biro Penerangan Umum Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan, penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari operasi yang dilakukan Densus 88 di Gunung Mawu Rite, Kabupaten Bima sehari sebelumnya.
Dia melanjutkan, kelima terduga teroris juga diduga terkait insiden penembakan anggota Polri Brigadir Kepala Abdul Gafur dan Brigadir Kepala Zainal Abidin di Penatoi, Mpunda, Kota Bima, 11 September 2017 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak lima orang dari kelompok jaringan teror di Bima ditangkap Densus 88 di daerah Ambalawi, Kabupaten Bima," kata Rikwanto dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (1/11).
Kelima terduga teroris yang ditangkap yakni Muhammad Ikbal Tanjung (28) yang diduga berperan sebagai eksekutor penembakan, dan Abdul Hamid alias Dami (60) yang diduga memberikan bantuan logistik kepada para pelaku yang dalam pelarian karena terkait dengan penembakan anggota Polres Bima.
Lihat juga:Jenazah Dua Terduga Teroris Tiba di Mataram |
Densus 88 sehari sebelumnya terlibat baku tembak dengan kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Munandar di Gunung Mawu Rite, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kontak senjata itu mengakibatkan dua terduga teroris tewas. Baku tembak terjadi sekitar pukul 09.45 WITA di Gunung Rite Asakota, tepatnya di Gunung Mawu Rite perbatasan Kota Bima dengan Kecamatan Ambalawi.