Kemendagri Kumpulkan Data Aliran Kepercayaan

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 08/11/2017 01:03 WIB
Kemendagri Kumpulkan Data Aliran Kepercayaan Menteri Dlaam Negeri Tjahjo Kumolo. (Foto: CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) akan mengumpulkan data aliran kepercayaan di Indonesia. Data itu akan dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) demi mengakomodasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kemendagri akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan untuk mendapatkan data kepercayaan yang ada di Indonesia," ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (7/11).


Tujuannya, para penganut kepercayaan dapat mengisi kolom agama di e-KTP sesuai dengan kepercayaannya dan bukan lagi sekedar tanda garis atau setrip.


"Setelah data kepercayaan kami peroleh maka Kemdagri memperbaiki aplikasi SIAK dan database serta melakukan sosialisasi ke seluruh Indonesia. Kemdagri akan ajukan usulan perubahan kedua UU Adminduk untuk mengakomodir putusan MK," ujarnya.

Akomodasi penganut aliran kepercayaan di kolom agama e-KTP dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan atas permohonan para penganut kepercayaan.


Gugatan dilayangkan pemohon yang berasal dari sejumlah penganut kepercayaan terhadap Pasal 61 ayat (1) dan (2) UU 23/2006 juncto Pasal 64 ayat (1) dan (5) UU 24/2013 Tentang Administrasi Kependudukan. Mereka menggugat aturan pengosongan kolom agama di e-KTP bagi pemeluk aliran kepercayaan.

Hakim MK menyatakan ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28e dan 29 ayat 2 UUD 1945, yang menjamin kebebasan bagi tiap penduduk untuk memeluk agama dan kepercayaan. (arh/arh)