Jatuh Bangun Lokalisasi Tanah Abang yang Akan Digusur Anies

Bimo Wiwiho, CNN Indonesia | Sabtu, 11/11/2017 10:26 WIB
Jatuh Bangun Lokalisasi Tanah Abang yang Akan Digusur Anies Bangunan semi permanen yang kerap jadi lokalisasi saat malam hari. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan bangunan semipermanen berjejer di jalan Tenaga Listrik, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Bangunan-bangunan itu menempel di tembok yang membatasi jalan dengan rel kereta api. Lokasinya persis menghadap ke arah kanal banjir barat.

Jam menunjukkan pukul 08.35 WIB saat CNNIndonesia.com mulai menelusuri jalan yang berada di antara rel kereta api dan kanal. Suasana sepi pagi itu. Hampir semua Bangunan bedeng yang berjejer di sana tertutup rapat.

Aktivitas di sana hanya lalu lalang sepeda motor dan beberapa pejalan kaki. 


Lihat Juga: Penggusuran Ahok, Penghalau Banjir yang Diponten Merah

Salah satu pemilik bedeng, Ray mengatakan, suasana berbeda saat malam hari. Pria 41 tahun menyebut, identitas asli wilayah tersebut terlihat saat malam. Ray sudah tinggal di bedeng sejak tiga tahun yang lalu. Namun di kawasan Tanah Abang, Ray sudah tinggal sejak 1982, sehingga tahu betul suasana jalan yang diapit rel dan sungai tersebut.

Ray mengatakan, bangunan bedeng menjadi tempat berkumpulnya banyak orang, termasuk para wanita penghibur. Saat malam tiba, sebagian besar bangunan bedeng memutar musik dengan kencang. Beragam makanan dan minuman pun dijajakan.

"Setelah adzan (isya), sekitar jam 8 malam sampe jam 3 (dini hari) pas masjid mulai ada yang mengaji,” kata Ray.

Jatuh Bangun Lokalisasi Bongkaran yang Akan digusur AniesBangunan semi permanen di kawasan Tanah Abang yang akan digusur Pemprov DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Pemilik bedeng yang memutar musik itu juga pasti menyediakan bedeng yang lain untuk disewa kepada mereka yang ingin berkencan dengan pekerja seks komersil.

Harga sewanya cukup terjangkau. "Biasanya 15 ribu sampai 20 ribuan," ujar Ray.

Menurut Ray harga tersebut hanya berlaku untuk sekali kencan, tak sampai satu jam lamanya. Di dalam bedeng triplek seluas 2x2 meter itu, disediakan kasur tipis.

Lihat Juga: Anies akan Pulihkan Status Domisili Warga Kampung Akuarium

Di bangunan semi permanen itu puluhan warga menggantungkan hidupnya. Bukan hanya tempat usaha, warga juga menjadikan bedeng itu juga sebagai tempat tinggal.

Ray sendiri selain tinggal di salah satu bedeng, juga berdagang rokok dan minuman di sekitar Pasar Tanah Abang.

Ray mengatakan keberadaan bedeng di Jalan Tenaga Listrik sudah ada sejak tahun 1980-an. Saat itu kawasan pasar grosir tersebut “dikuasai” oleh Hercules Rosario Marshal.

"Pas jaman Hercules dulu daerah sini namanya Disko Bongkaran," ucap Ray.

Lihat Juga: Anies Jamin Penataan Kampung Akuarium Sesuai Kebutuhan Warga

Fungsi bedeng itu sendiri pun sama, yakni sebagai tempat tinggal dan juga tempat usaha. Dulu bahkan jumlah bedeng yang ada lebih banyak sebelum ada penertiban.

Pembongkaran dilakukan saat tembok pemisah rel dengan kanal dibangun. Hanya beberapa hari kawasan tersebut bersih dari bedeng liar. Selanjutnya, bangunan semi permaen kembali dibangun.

Beberapa kali Satuan Polisi Pamong Praja kembali menggusur, namun setelah ditertibkan, pemiliknya kembali membangun. Terakhir penertiban dilakukan pada 2015 lalu saat DKI Jakarta dipimpin Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Tapi pagi digusur, malam udah ada lagi nih gubuk," ujar Ray.

Diancam Digusur Anies Baswedan

Penggusuran kembali akan dilakukan di era Gubernur baru, Anies Baswedan. Satpol PP bahkan sudah memberitahu warga perihal penertiban.

Warga yang lain, Robi mengatakan, petugas Satpol PP meminta warga membongkar sendiri bedeng-bedeng tersebut hari Minggu ini sebelum dibongkar paksa pada hari Senin (13/11).

Robi mengaku telah tinggal di bedeng selama empat tahun. Dia tinggal sendiri, sementara istrinya bermukim di Bogor.

Bedeng miliknya digunakan sebagai tempat tinggal dan berjualan air mineral, makanan kecil, dan rokok. Kuli di Pasar Tanah Abang mengaku tidak menyewakan bedengnya untuk hal lain selain berdagang.

"Saya enggak yang gitu-gitu (prostitusi)," kata Robi.

Lihat Juga: Warga Gusuran Menanti Sentuhan Manusiawi Anies-Sandi

Mengenai rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan menertibkan Jalan Tenaga Listrik, Robi tidak ambil pusing. Robi tidak berencana melancarkan perlawanan mau pun meminta ganti rugi. 

“Saya memang salah, masak minta ganti rugi," ujarnya.

Robi mengaku telah berkali-kali kena usir. Tapi kembali membangun kembali bedengnya di sana. Pria asal Palembang, Sumatera Selatan mengaku tak mampu mengontrak rumah. 

Ia tak punya rencana nanti bedengnya digusur Satpol PP. Namun salah satu rencananya adalah dengan pulang ke Palembang dengan membawa serta istrinya. (sur)