Demikian dilontarkan Hasanuddin soal kelompok yang oleh pemerintah telah didefinisikan sebagai kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB), i kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Hsanuddin menilai KKSB tersebut merupakan bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), sehingga wajar jika berupaya melepaskan diri dari Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasanuddin menganggap apa yang dilakukan KKSB selama ini di distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua bukan kriminal biasa. Dia berasumsi demikian berangkat dari langkah KKSB yang mengisolasi dua desa, yakni desa Banti dan Kimbely di Tembagapura sebelum berhasil diamankan Satgas Penanggulangan KKB gabungan TNI-Polri.
"Tidak usah diskusi. Yang paling penting tindak. Selesai. Ngapain kita terus diskusi musuh pada berlari," kata mantan perwira tinggi TNI ini.
Mengenai perlu atau tidaknya TNI dilibatkan dalam menghadapi KKSB, Hasanuddin tidak mau memberi banyak tanggapan. Hal terpenting adalah menyelamatkan warga yang terisolasi bagaimana pun caranya.
"Ya terserah presiden lah," kata Hasanuddin.
Sebelumnya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan KKSB meminta pemerintah Indonesia menyetujui adanya pemilihan bebas untuk warga Papua menentukan nasibnya sendiri. Mereka lalu meminta Pemprov Papua dan Papua Barat ditutup, lalu diganti dengan pemerintah perwalian PBB.
KKSB juga meminta agar pemerintah Indonesia menarik seluruh personel TNI dari bumi cenderawasih. Tak ketinggalan, KKSB pun mendesak agar perusahaan tambang PT Freeport ditutup selekas mungkin. (kid)