Airlangga Janji Rangkul Loyalis Setya Novanto

Dhio Faiz Syarahil, CNN Indonesia | Senin, 27/11/2017 20:35 WIB
Airlangga Janji Rangkul Loyalis Setya Novanto Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (tengah), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/3). Ia mengaku akan merangkul semua pihak dalam membangun Partai Golkar. (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski masih menolak berkomentar soal peluang kemenangan di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjadikan konsep rekonsiliasi sebagai pegangannya dalam berpolitik. Semua kader, termasuk loyalis pemimpin lama, akan ia rangkul.

"Seluruhnya akan dilibatkan. Kami harus hadapi dengan baik dan membangun optimisme seluruh kader. Apalagi dalam hadapi pilkada, tahun politik, harus punya semangat," ucap dia, saat ditemui di studio CNN Indonesia TV, Jakarta, Senin (27/11).


Airlangga mengklaim kepengurusan Golkar saat ini masih solid. Jikapun ada istilah loyalis Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, hal itu dianggap wajar mengingat anggota harus memiliki kesetiaan kepada pimpinan.


"Yang ada itu loyalis Golkar. Loyal pada pimpinan sesuatu yang biasa. Orientasinya, Golkar menjadi besar," dalihnya.

Lantaran itu, ia menegaskan akan merangkul semua pihak, termasuk mereka yang sebelumnya loyal pada Setnov. "Parpol butuh kader. Semakin banyak (kader) semakin baik," aku dia. Airlangga sendiri masih enggan menyebut posisi-posisi yang akan diberikan pada loyalis pimpinan lama.

Saat ditegaskan soal peluang besarnya untuk menang sebagai Ketum Partai Golkar menggantikan Novanto, Airlangga menyebut bahwa semua pihak memiliki peluang yang sama jika Munaslub digelar. Perizinannya kepada Presiden Jokowi untuk ikut terjun dalam Munaslub diklaim wajar mengingat dirinya masih berperan sebagai pembantu Presiden.

“Kuat itu tergantung suara masing-masing (Dewan Pimpinan) Daerah (Partai Golkar). Mereka yang menentukan siapa calon yang dianggap tepat sebagai nahkoda baru Golkar,” kilahnya.


Airlangga hanya menyebut dua nama lain sebagai pesaingnya di Munaslub kelak, yakni Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham dan Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin. "Semua punya peluang yang sama” aku dia.

Saat ditanya soal persiapannya pada Munaslub, ia mengaku terus berkomunikasi dengan senior-senior Partai Beringin, seperti Jusuf Kalla dan Agung Laksono. Ia juga mengklaim sudah memulai komunikasi dengan kader-kader Partai Golkar di daerah.

“Aspirasi sudah dikomunikasikan, sudah terpetakan. Petanya kami bahas sesudah waktunya nanti. Kami tidak bisa mendahului proses-proses tersebut,” ucapnya.

Terlepas dari itu, Airlangga memastikan siapapun yang menang dalam Munaslub DPP Partai Golkar akan tetap mendukung kepemimpinan Jokowi hingga 2019 dan bahkan periode kedua Jokowi 2019-2024.

“Dukungan Partai Golkar terhadap Pemerintah sudah final. Kami akan mendukung sampai 2019. Bahkan dukungan untuk Presiden Jokowi di periode berikutnya. Itu prinsip Partai Golkar,” kata Airlangga.


Namun demikian, lanjutnya, Golkar harus memperkuat posisinya lebih dahulu di parlemen pada Pemilu 2019. Sebab, Pemerintahan yang kuat datang dari dukungan Parlemen yang kuat. Sementara, elektabilitas Partai Golkar saat ini terus menurun.

Oleh karena itulah, kata Airlalngga, Golkar berbenah melalui Munaslub untuk memilih pemimpin baru demi memperbaiki citra.

“Tentunya Partai Golkar di 2019 harus punya posisi substansial biar memiliki kursi minimal sama dengan saat ini. Kalau ada penurunan, tentu akan mengurangi posisi partai ini. Ini tentu tidak dikehendaki seluruh jajaran Golkar,” tandasnya. (arh/gil)