Sikap tanpa negosiasi ini berlaku untuk tiga pos anggaran yakni pendidikan, kesehatan, dan pembangunan fasilitas.
Menurut Sandi ketiga pos itu memiliki anggaran paling besar dibandingkan pos-pos lain, namun dia tidak merinci berapa total anggaran untuk tiga pos tersebut dalam RAPBD DKI 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski menolak bernegosiasi untuk tiga pos anggaran itu, Sandi tetap membuka ruang untuk revisi pos anggaran lain yang dirasa aneh, termasuk anggaran perbaikan air mancur di Balai Kota sebesar Rp620 juta.
“Kami apresiasi sekali Pak Pras, yang bilang coret, ini kami apreasiasi sekali,” kata Sandi.
Kata Sandi, jangan sampai masyarakat berhenti mengawasi saat RAPBD telah diketok dan disetujui.
“Ayo masyarakat bersama-sama mengawasi. Ini APBD untuk rakyat yang termarjinalkan, kita sisir pastikan semuanya tepat sasaran,” kata dia.
Tahun ini, RAPDB DKI Jakarta sebesar Rp77,1 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp74 triliun.
Dalam RAPBD tahun ini terdapat sejumlah pos yang mengalami kenaikan signifikan, misalnya pos dana hibah untuk PGRI dan perbaikan air mancur Balai Kota. (wis/djm)