Pemudik Diminta Berangkat Sebelum 22 Desember

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Selasa, 19/12/2017 04:54 WIB
Pemudik Diminta Berangkat Sebelum 22 Desember Ilustrasi kemacetan saat libur panjang. Diperkirakan, kemacetan akibat libur akhir tahun akan mulai terjadi pada 22 Desember. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemacetan diprediksi akan terjadi di sejumlah titik saat periode libur Natal dan Tahun Baru 2018, mulai 22 Desember. Pemudik diminta mengantisipasinya dengan berangkat sebelum periode tersebut demi menghindari penumpukan kendaraan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta masyarakat yang hendak melakukan kegiatan liburan atau mudik untuk berangkat sebelum Jumat (22/12). Hal itu agar masyarakat terhindar dari kemacetan sekaligus mengurangi penumpukan kendaraan di titik-titik tertentu.

"Penumpukan akan terjadi dari tanggal 22 hingga 24 Desember, maka itu saya mengimbau supaya mudik sebelum tanggal 22 Desember supaya tidak terjadi penumpukan," ucapnya, di Jakarta, Senin (18/12).


Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Royke Lumowa memprediksi, kepadatan ini akan terjadi pada Jumat (22/12). Sejumlah tempat akan mengalami kemacetan. Pertama, jalur darat. Yakni, ruas tol dari Jakarta menuju Bekasi, dan Tol Cikampek, akibat adanya penyempitan jalan.

"Kemudian Brexit (pintu gerbang tol Brebes Timur) , jalur Puncak dari Gadog ke pintu keluar Ciawi. Kepadatan juga akan terjadi di Melangbong menuju Gentong," imbuhnya.

Kedua, jalur laut. Menurut Royke, kepadatan akan terjadi di penyeberangan dengan kapal ferry di Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang dan Pelabuhan Merak menuju Bakauheni.

Lantaran itu, Royke mengatakan, pihaknya telah mengantisipasinya dengan sejumlah cara untuk mengurai kemacetan. 
Pertama, metode lawan arus atau contra flow, jika kepadatan terjadi di tol CIkampek. Kedua, penutupan rest area jika terjadi kepadatan, ketiga penggratisan di pintu masuk tol. 


Royke mengungkapkan, pihaknya akan menurunkan sebanyak 40 ribu personil untuk mengamankan arus lalu lintas. Pengamanan itu juga berkaitan dengan antisipasi ancaman teror.

"Ada body system, yang satu menjaga yang lain, tidak ada jalan sendiri. Bukan hanya mencegah teror tetapi orang jahat juga akan diantisipasi," tuturnya. 
Pembangunan tol dihentikan

Antisipasi kemacetan juga dilakukan dengan menghentikan sementara proses pembangunan di dalam tol Jakarta - Cikampek. Penghentian itu akan dilakukan mulai 22 Desember hingga 2 Januari 2018.

Direktur Utama PT. Jasa Marga Desi Aryani mengatakan, tidak akan terjadi kegiatan pembangunan di tol tersebut untuk mencegah kemacetan selama masa liburan tersebut. "Selama itu tidak ada aktivitas pembangunan proyek," tambahnya. 

Selain itu, Kemenhub juga selama masa liburan tersebut akan melakukan pembatasan jumlah kendaraan besar yang melintas di jalan tol.




(arh)