Polisi Mencari Tahu Latar Belakang Pria Penerobos Istana

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 20/12/2017 16:20 WIB
Polisi Mencari Tahu Latar Belakang Pria Penerobos Istana Polisi menyatakan penelusuran latar belakang dilakukan demi mengetahui maksud dari ujaran kebencian, kejiwaan, serta motif pelaku percobaan menerobos istana. (CNN Indonesia/Yudha Pratomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak kepolisian masih menyelidiki latar belakang dari pria berinisial IR yang berusaha menerobos Istana Negara pada Senin (18/12) lalu. Penyelidikan tersebut juga berkaitan dengan ujaran kebencian yang ditujukan kepada sejumlah tokoh nasional termasuk Presiden Joko Widodo dalam ponsel milik IR.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan, penelusuran terhadap latar belakang IR ditujukan untuk mengetahui apakah terdapat orang lain yang melakukan ujaran kebencian tersebut.

"Kami masih dalami itu apakah yang bersangkutan sendiri yang melakukan, membuat posting-posting itu atau yang lain. Kami sedang melakukan pendalaman," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/12).


Untuk saat ini, kata Iqbal, IR menyebut jika unggahan kebenciannya itu hanya merupakan kebencian dia terhadap pemerintah. Namun, Iqbal mengaku, belum dapat memastikan pengakuan tersebut sebagai kebenaran yang terucap dari mulut IR.

"Kalau dia ngomong begitu (kebencian kepada pemerintah) tetapi kan kami tidak bisa begitu, teknik strategi, penyidikan tidak begitu juga. Kami akan cek alibinya, kami akan cek bagaimana profiling ke belakangnya (seperti apa)," ucapnya.

Saat ini, Iqbal mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap IR. Hal tersebut juga untuk mengetahui motif dari upaya penerobosan Istana Kepresidenan yang dilakukan IR kemarin.

Iqbal mengaku, pihaknya belum dapat memastikan apakah IR benar mengidap penyakit kejiwaan atau tidak.

"Sampai saat ini motifnya belum tahu, sedang didalami oleh Bareskrim. Kami akan periksa kejiwaannya juga, hari ini baru diperiksa di rumah sakit (di Mabes Polri)," tuturnya.

Antisipasi

Penerobosan Istana Kepresidenan di Jakarta bukan sekali ini terjadi. Untuk memperketat pengamanan, Iqbal mengatakan, terdapat sejumlah hal yang harus ditingkatkan pengawasannya.

Pertama, kata Iqbal, pihaknya akan melakukan proses preemptive approach kepada masyarakat. Hal tersebut memberitahukan jika Istana Kepresidenan merupakan simbol negara, ada beberapa proses yang harus dilalui untuk bertemu presiden.

"Istana Negara itu simbol negara, bila ingin masuk Bapak Presiden memperbolehkan, ada waktu-waktu tertentu tetapi kalau menerobos apalagi pada waktu-waktu yang tidak diperbolehkan, itu kan melanggar," ucapnya.

Maka itu, kata Iqbal, pihaknya akan melakukan sosialisasi melalui Babinkamtibmas, Polsek-Polsek dan pemerintah kota untuk menyosialisasikan hal tersebut.

Langkah kedua, Iqbal mengatakan, pihaknya akan melakukan pendekatan pencegahan. Dalam langkah tersebut sudah dijelaskan soal SOP pengamanan Istana Negara.

"Kami sudah ada SOP-nya itu ring satu, ada pos kepolisian di situ, kami patroli, melihat ada CCTV di sana dan sebagainya," tuturnya.

Ketiga, Iqbal menegaskan, jika masih terdapat pihak yang berusaha untuk menerobos Istana Negara maka pihaknya akan melakukan penegakan hukum. (kid/djm)