Golkar Usung Lagi Ridwan Kamil Jika Mau Sama Dedi Mulyadi

Abi Sarwanto , CNN Indonesia | Jumat, 22/12/2017 18:28 WIB
Golkar Usung Lagi Ridwan Kamil Jika Mau Sama Dedi Mulyadi Golkar punya 3 opsi usai resmi mendukung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018. Salah satu opsinya mengusung Ridwan Kamil lagi jika mau dipasangkan dengan Dedi. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Golkar masih membuka peluang untuk mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018. Peluang itu bisa terjadi dengan catatan, Ridwan mau dipasangkan Dedi Mulyadi.

Kordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I (Jawa-Sumatera) Golkar Nusron Wahid mengatakan, hal itu merupakan satu dari tiga opsi setelah Golkar memutuskan untuk mendukung kembali Dedi di Pilgub Jawa Barat, baik sebagai calon gubernur maupun wakil.

Opsi pertama, kata Nusron, berkoalisi dengan Partai Demokrat, yaitu dengan Deddy Mizwar. Dari opsi ini, posisi gubernur dan wakilnya sedang dirundingkan.

"Opsi kedua berkoalisi dengan NasDem, PKB, PPP‎. Yaitu dengan Ridwan Kamil. Dengan catatan, wagubnya adalah Dedi Mulyadi," kata Nusron di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat (22/12).

Sedangkan opsi ketiga, Golkar bakal berkoalisi dengan PDIP. Untuk sosok figurnya sendiri masih dicari untuk menemani Dedi yang telah diusung Golkar.

"Dengan PDIP, kami ada stok Anton Charliyan. Kata kuncinya tetap Dedi Mulyadi," kata Nusron.

Nusron berkata, saat ini pihaknya masih berkomunikasi intensif dengan ketiga kekuatan tersebut, termasuk dengan Dedi sendiri.

Semua opsi atau skenario yang disiapkan tersebut, kata dia, masih berpeluang sebagai rekomendasi akhir dukungan di Jawa Barat.

"Dalam wakut yang sangat singkat dan tepat akan kita umumkan," ujar Nusron.

Partai Golkar memutuskan untuk mencalonkan kembali Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk Pilkada Jawa Barat 2018. Hal itu merupakan keputusan rapat tim Pilkada pusat Golkar sore kemarin.

Dedi Mulyadi sebelumnya pernah diusung Golkar untuk Pilgub Jawa Barat 2018. Namun, itu urung dilakukan karena Golkar melirik Ridwan Kamil yang dipasangkan dengan Daniel Muttaqien.

Belakangan, Golkar mencabut dukungan untuk Ridwan. Alasannya, sampai batas waktu ditentukan Golkar, Ridwan tak juga menetapkan Daniel sebagai calon wakilnya. (osc/djm)