"Sehingga tidak ada lagi warga yang berbulan-bulan sebagai pelaku teror berada di situ," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal, di Jakarta Selasa (26/12) seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polri pun bakal dioptimalkan.
Polri sendiri, lanjutnya, tetap mengantisipasi kemungkinan aksi teror itu lewat pengamanan lewat penyebaran sejumlah personel Polri, dan dibantu TNI, ke sejumlah objek wisata dan pusat keramaian.
"Konsentrasi sekarang kami pada objek wisata, pelabuhan, stasiun, bandara, dan pusat perbelanjaan," ungkapnya.
Contohnya, Kebun Binatang Ragunan, Taman Impian Jaya Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Adanya aksi teror di seputar Natal dan tahun baru salah satunya terungkap dalam penangkapan terhadap sembilan terduga teroris di Cilacap dan Sukoharjo, Jawa Tengah; Tasikmalaya, Jawa Barat; serta Mojokerto dan Gresik, Jawa Timur, pada 18 dan 19 Desember 2015. Ketika itu, Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri menyita sejumlah bahan pembuat bom.