Pemprov DKI Siapkan Langkah Vaksinasi Massal untuk Difteri

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Kamis, 04/01/2018 03:49 WIB
Pemprov DKI Siapkan Langkah Vaksinasi Massal untuk Difteri Gubernur Anies Baswedan akan melakukan vaksin massal untuk warga DKI Jakarta segala usia untuk mencegah penyebaran penyakit difteri meluas. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan akan melakukan vaksin massal untuk warga Ibu Kota segala usia untuk mencegah penyebaran penyakit difteri meluas.

"Kita sekarang sedang menyusun langkah-langkah vaksinasi massal baik anak-anak, maupun orang dewasa secara bertahap, tentu akan ada konsekuensi pembiayaan dan sedang dihitung detailnya," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu (3/1).

Hal itu dilontarkan Anies usai mengikuti rapat pengkajian dan perkembangan kasus difteri di DKI. Dalam rapat tersebut hadir perwakilan Dinas Kesehatan DKI, Kementerian Kesehatan RI, Perhimpunan Ahli Epidemologi Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, juga Ahli Infeksi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.


Berdasarkan laporan Dinkes DKI, kasus difteri mencapai 109 pasien pada tahun 2017. Jumlah itu meningkat dibandingkan perkembangan tahun ke tahun sejak 2014 silam. Pada 2014 kasus difteri di Jakarta ada empat, lalu 2015 sebanyak 10 kasus, dan 2016 sebanyak 17 kasus.

Untuk mencegah penyebaran penyakit yang berpotensi mematikan itu, Pemprov DKI telah memulai Outbreak Response Immunization (ORI) serentak di daerah kejadian luar biasa (KLB) difteri, yakni Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Desember 2017 lalu. Kala itu ORI hanya diperuntukkan bagi anak usia 0 sampai 19 tahun.

Targetnya, kata Anies, adalah 1,2 juta anak dan per hari ini sudah mencapai 622 ribu anak diimunisasi. Anies pun menyebut akan meneruskan imunisasi hingga menjangkau semua anak yang di bawah usia 19.

"Kemarin kita fokus di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kita putuskan, akan diteruskan keseluruhannya sehingga bukan cuma 1,2 juta tetapi 2,9 juta yang menjadi target," kata Anies.
Guna mendukung programnya, Anies akan meminta kepada Biofarma yang merupakan perusahaan nasional produsen obat-obatan dan vaksin untuk menyediakan stok vaksin multidose. Sehingga, Jakarta bisa melakukan vaksin massal dengan cepat.

"Kita akan bersurat kepada Biofarma untuk memberikan dukungan prioritas karena Jakarta akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018," kata Anies.

Jangan sampai, lanjut Anies, perhelatan olahraga terbesar se-Asia itu dihambat kasus difteri yang kini ditetapkan sebagai KLB.

Anggaran Vaksin

Dinas Kesehatan DKI Jakarta berharap anggaran vaksinasi dapat ditanggung oleh Pemprov. Saat ini, biaya vaksin dewasa tidak ditanggung oleh pemerintah.

"Rencananya begitu (ditanggung pemerintah), tapi sekarang kebijakan kita di semua rumah sakit milik Pemerintah Daerah, minta mereka lakukan imunisasi mandiri," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto.

Koesmedi menuturkan, imunisasi mandiri di rumah sakit pemerintah menggunakan vaksin single dose atau dosis tunggal (sekali pakai), yang anggarannya bisa mencapai mencapai ratusan miliar per tahun.

"Bukannya DKI enggak ada uang, DKI punya Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan), tetapi kan harus diperiksa. Sementara harus dilakukan sekarang karena saat pelaksanaan Asian Games sudah harus selesai," kata Koesmedi.
Menurut Direktur Surveilens dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI Jane Supardi, Pemerintah masih harus mencari vaksin dalam jumlah besar. Pemerintah pusat dan daerah bergantung pada Biofarma, satu-satunya perusahaan medis di Indonesia yang menyediakan vaksin dan antisera.

Ia mengatakan, saat ini Biofarma hanya menjual vaksin multi dosis (satu botol vaksin untuk 5-10 orang) untuk Outbreak Response Immunization (ORI) bagi anak usia 0-19 tahun, bukan untuk orang dewasa. Sedangkan, vaksin yang baru tersedia untuk orang dewasa di Biofarma barulah single dose.

"Untuk orang dewasa itu kan karena bukan program, Biofarma sekarang jual yang single dose. Lebih mahal, satu ampul untuk satu orang," kata Jane.
(kid/ugo)