Sandi Idamkan Kawasan Monas Seperti Central Park New York

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Rabu, 03/01/2018 20:06 WIB
Sandi Idamkan Kawasan Monas Seperti Central Park New York Sandiaga Uno ingin konsep kawasan Monas diubah. Dia menginginkan agar konsep Central Parka New York atau Hyde Park di London diterapkan di kawasan Monas. (CNN Indonesia/Tiara Sutari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ingin menjadikan kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi ruang terbuka yang bisa dinikmati oleh seluruh warga, tak terkecuali taman-taman yang ada di kawasan Monas.

Sandi mengatakan, konsep Monas yang sekarang mesti diubah. Dia ingin konsep Central Park (New York, Amerika Serikat) atau Hyde Park (London, Inggris) diterapkan di kawasan Monas. Sehingga dengan konsep Central Park atau Hyde Park itu, Monas bisa dinikmati masyarakat karena fungsinya sebagai taman.

"Polanya berubah, selama ini (Monas) itu garden, kalau begitu kita hanya bisa melihat. Kalau konsepnya Park, kita bisa menikmati," kata Sandi di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (3/1).



Dengan kata lain, Sandi menginginkan taman-taman atau rumput yang ada di kawasan Monas bebas dinikmati warga untuk melakukan aktivitasnya di sana. Misalnya warga yang ingin melakukan olahraga yoga, pilates, hingga aerobik bisa memanfaatkan taman-taman tersebut.

"Warga bisa duduk di rumput, piknik atau berolah raga di sana," kata Sandi.

Sandi menambahkan, warga yang beraktivitas juga perlu diedukasi untuk turut menjaga dan merawat tanaman maupun rumput agar tidak rusak. Warga perlu diedukasi dan dibiasakan untuk menjaga. Jika hal tersebut dibiasakan, maka warga dengan sendirinya akan menjaga dan merawat rumput-rumput yang ada di sana.


"Jadi akan terbentuk dengan sendirinya kalau misalnya kita buat kebijakan bahwa mereka ikut menjaga juga, bahwa setiap tempat terbuka hijau itu fungsinya betul-betul dioptimalkan dan bisa dinikmati oleh warga," kata dia.

Adapun sejak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sudah beberapa kali mengeluarkan kebijakan terkait kawasan Monas. Salah satunya kebijakan terkait kawasan Monas bisa dijadikan lokasi acara keagamaan.


Hal sebaliknya justru dilakukan Basuki Tjahja Purnama, alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat saat masih memimpin ibu kota. Ketika itu, Ahok melarang adanya kegiatan apapun di Monas.

Warga juga dilarang menginjak rumput yang ada di sana. Sebagai gantinya, Pemprov DKI membuatkan jalanan khusus serta kursi-kursi kayu yang ada di setiap sudut Monas untuk warga. (osc/gil)