Takut Kena Gratifikasi, Sandiaga Laporkan 12 Hadiah ke KPK

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Kamis, 04/01/2018 21:25 WIB
Ada 12 hadiah yang dilaporkan Sandiaga Uno dan Anies Baswedan ke KPK. Salah satu hadiah sudah dianggap gratifikasi dan diambil KPK untuk negara. Ada 12 item hadiah yang dilaporkan Sandiaga Uno dan Anies Baswedan ke KPK. Salah satunya sudah dianggap sebagai gratifikasi dan diambil KPK untuk negara. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melaporkan sedikitnya 12 hadiah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hadiah-hadiah itu dia dapatkan bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sejak awal memimpin ibu kota.

Sebagai pejabat, Sandi dan Anies melaporkan hadiah-hadiah itu ke KPK karena tak ingin dikategorikan tindak pidana sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan TIndak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Kami laporkan selama tiga bulan terakhir, jadi saya melaporkan kurang lebih 12 item ke KPK, 11 item sedang diverifikasi dan yang satu sudah sah jadi milik negara," kata Sandi di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (4/1).



Item yang sudah sah jadi milik negara itu adalah sepasang jaket yang diberikan oleh Presiden RI ke-3, BJ Habibie. Jaket R80 yang diberikan kepada Anies dan Sandi oleh Habibie ini diterima mereka sekitar Oktober lalu saat keduanya bersilaturahmi usai resmi dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur.

"Salah satunya jaket dari Pak Habibie, ternyata itu sekarang jadi milik negara karena setelah kami laporkan sudah keluar surat keputusannya, bahwa jaket ini diambil negara," kata Sandi.


Namun, Sandi tak menjelaskan rinci 11 hadiah lainnya, termasuk siapa pemberinya. Dia hanya mengatakan, sejumlah hadiah itu dari tamu-tamu yang datang menemuinya maupun Anies di Balai Kota.

"Ada sebelas, masih diverifikasi dilihat datanya dari mana, siapa yang ngasih, berapa nilainya. Nantilah kalau sudah pasti keluar SK-nya bisa dijelaskan," kata dia.


Sandi mengatakan, selain 11 hadiah itu sebenarnya masih ada dua lainnya yang dia laporkan tanpa keterangan apapun. Dia mengaku tidak tahu siapa yang meninggalkan barang tersebut di meja kerjanya setelah pertemuan berlangsung.

"Sebenarnya ada dua item lagi, tapi memang tidak jelas dan tidak ada laporan dari siapa, salah satunya itu sebuah pulpen mahal," kata Sandi. (osc/pmg)