Komisi B DPRD DKI Kritik Pelatihan OK OCE Hanya Cuap-Cuap

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Selasa, 09/01/2018 17:03 WIB
Komisi B DPRD DKI Kritik Pelatihan OK OCE Hanya Cuap-Cuap Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim menilai pelatihan OKE OCE tak siap, karena perekrutan peserta yang notabene wirausahawan di tiap kecamatan oleh lurah tampak asal-asalan. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim mempertanyakan efektivitas program OK OCE (One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship) yang digagas Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno sebagai salah satu program prioritas pemerintahannya.

Nur Afni mengaku menghadiri pelatihan program kewirausahaan dari Dinas Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) DKI itu di semua kecamatan di wilayah administrasi Jakarta Barat, kecuali Kecamatan Tamansari saat masa reses beberapa waktu lalu.

Dari hasil pengamatannya, Afni kecewa karena pelatihan yang diterima warga hanya berbentuk paparan lisan, bukan pelatihan teknis berwirausaha.


"Latihannya itu, Bank DKI cuma memaparkan, 'Ini lho, saya punya pinjaman Rp5 juta sampai Rp50 juta dengan jaminan sertifikat rumah dengan bunga 13 persen'. Itu sama saja bohong," kata Afni dalam pertemuan Komisi B DPRD DKI dengan Kepala Dinas UMKM DKI Irwandi dan jajarannya, Selasa (9/1).

Afni pun menilai hasil dari pelatihan OK OCE kurang efektif menciptakan lapangan kerja karena Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) masih sulit mengeluarkan surat keterangan usaha bagi para pengusaha kecil menengah.

Atas dasar itu, menurut Afni pelatihan OK OCE tak siap, karena perekrutan peserta yang notabene wirausahawan di tiap kecamatan oleh lurah setempat tampak dilakukan asal-asalan.

"Akhirnya, itu pelatihan memalukan. Kalau kata saya, masih bagus anggota dewan reses daripada pelatihan," ujar anggota dewan dari fraksi Demokrat itu.

Tak hanya itu, agar tak sekadar mengkritik, Afni membandingkan pelatihan OK OCE dengan pelatihan kewirausahaan yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dinas Perindustrian dan Energi (Dinas PE). Menurutnya pelatihan dari dinas tersebut lebih teknis dan komprehensif.

"Saya bingung, [OK OCE] ini pelatihan paling aneh yang pernah saya datangi. Kalau [pelatihan] Dinas Tenaga Kerja saya pernah datang, di sana melatih solder, merakit membenarkan HP, menjahit. Masuk akal," kata Afni.

Ia melanjutkan, "[OK OCE] Ini pelatihan cuap-cuap, Pak. Saya kontrol betul di Jakarta Barat."


Lokasi dan Pelatihan

Berkaca pengamatannya pada masa reses tersebut, Afni pun menyarankan agar alih-alih menganggarkan dana untuk pelatihan, Dinas UMKM bisa mengembangkan lokasi binaan (lokbin) maupun lokasi sementara (loksem). Di satu sisi, Disnaker dan Dinas PE fokus memberi pelatihan.

Untuk diketahui, dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI 2018, alokasi kegiatan pembinaan dan pendampingan kewirausahaan tingkat kecamatan sebesar Rp38 miliar.

Di tempat yang sama, menanggapi Afni, Kepala Dinas UMKM Irwandi menerima pernyataan anggota DPRD tersebut. Ia mengaku bahwa pelatihan OK OCE oleh dinasnya lebih pada paparan.

"Pelatihan itu, kalau enggak cuap-cuap, dia mau ngapain? Kan gini, pelatihan teknis ada di Dinas PE, Disnaker. Kalau dinas kita, cuap-cuap," kata Irwandi.

Paparan itu, lanjutnya, termasuk memberikan motivasi agar orang bisa bersemangat membangun dan menjalankan usaha. (kid/djm)