All Out Menangkan Gus Ipul-Puti, Prabowo Jadi Jurkam

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 12/01/2018 07:57 WIB
<i>All Out</i> Menangkan Gus Ipul-Puti, Prabowo Jadi Jurkam Gerindra resmi merapat ke koalisi PDIP-PKB untuk Pilgub Jatim. Prabowo Subianto bahkan siap menjadi jurkam Gus Ipul-Puti Soekarno. (CNN Indonesia/Iskandar Zulkarnain).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedekatan DPD Partai Gerindra Jatim dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) semakin terlihat mesra di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018.

Hal tersebut diindikasikan dengan dipastikannya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi juru kampanye (jurkam) untuk pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno.

"Gerindra all out untuk memenangkan Gus Ipul-Puti Guntur. Yang jelas nanti Pak Prabowo bakal jadi jurkam," ujar Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim Hendro Tri Subiantoro, Kamis (11/1).



Dia mengatakan, selain Prabowo, Gerindra juga akan menurunkan sejumlah kadernya untuk menjadi jurkam Gus Ipul-Puti. 

"Nantinya, semua kader Gerindra utamanya kepala daerah dari Gerindra juga akan all out untuk memenangkan Gus Ipul-Puti," katanya.

Tak hanya itu, nantinya ada beberapa kepala daerah yang diusung Gerindra di Pilkada serentak 2018, juga bakal berkaloborasi untuk ikut membantu memenangkan Gus Ipul-Puti. Di antaranya calon di Kabupaten Lumajang, Kabupaten Sampang, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Nganjuk.

"Pak Prabowo nanti juga akan mengerahkan massa Gerindra untuk Gus Ipul-Puti," ucapnya.

Sebelumnya, pada hari terakhir pembukaan pendaftaran peserta Pilkada Jatim 2018 kemarin, DPD Partai Gerindra Jatim secara resmi menyatakan dukungannya kepada paslon Gus Ipul-Puti.

Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno menuturkan bahwa sekitar dua minggu yang lalu, Gus Ipul sudah bertemu dengan Prabowo dan sudah melakukan komunikasi politik dengan baik.


Selain itu, Prabowo juga sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah kiai di Jatim yang dulu mendukungnya di Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Kiai di Jawa Timur tentunya memberikan saran dan petunjuk agar memberikan dukungan kepada Gus Ipul," tuturnya, Rabu (10/1).

Dia menjelaskan bahwa Prabowo menghormati para kiai NU dan sudah melakukan ikhtiar yang terbaik untuk pasangan Gus Ipul-Puti.

Dia menyampaikan, sebenarnya yang membuat berat Partai Gerindra adalah karena sejumlah kiai yang dulu mendukung Khofifah maupun gus Ipul, dulu juga sama-sama mendukung Prabowo di Pilpres.

"Tetapi dalam konteks kepentingan di Jawa Timur, kita harus mencalonkan gubernur jadi mau tidak mau atau suka tidak suka ini adalah pilihan yang tersulit karena semua adalah kader terbaik NU. Satunya Ketua Muslimat dan satunya lagi Ketua Ansor," katanya.

Dia menjelaskan kondisi masyarakat di Jawa Timur berbeda dengan kondisi di Jakarta yang masyarakatnya cenderung masyarakat kota. Masyarakat Jawa Timur ini cenderung masyarakat NU.

"Jadi ini yang membuat keputusan kita berat dan kesulitan ke sana ke mari. Di sini ada Gus Solah, cucunya pendiri NU dan di sini juga ada cicitnya pendiri NU juga," ucapnya.


Dia juga menegaskan tidak ada kontak politik terkait dukungan ini. Yang jelas, Gus Ipul bisa melanjutkan pembangunan di Jawa Timur dengan baik dan melanjutkan kepemimpinan Gubernur Soekarwo yang menurutnya sudah membangun Jawa Timur lebih bagu

Saat disinggung kemesraan dengan PDIP, dia menjawab bahwa koalisi partai di daerah tidak ada masalah, berbeda dengan di pusat. Di daerah itu cenderung cair, dan banyak kader Partai Gerindra di daerah yang menjadi bupati yang berpasangan dengan PDIP.

"Jadi yang kita lihat ini adalah kepentingan bangsa dan negara, di atas kepentingan segalanya, itu adalah janji kita dan menampilkan sosok yang dipercaya masyarakat, memiliki integritas yang tinggi dan mempunyai kemampuan memimpin," ucapnya. (dik)