Sandiaga: Tak Ada Mahar Politik untuk Prabowo Saat Pilgub DKI

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Jumat, 12/01/2018 09:58 WIB
Sandiaga: Tak Ada Mahar Politik untuk Prabowo Saat Pilgub DKI Sandiaga Uno mengaku tak pernah diminta Prabowo Subianto dalam pilgub DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak pernah meminta satu rupiah pun sebagai mahar ketika dirinya dan Gubernur Anies Baswedan mencalonkan diri pada pilgub DKI 2017.

"Enggak ada. Enggak ada sama sekali," kata Sandi di Balai Kota, Jumat (12/1).

Sandi pun yakin Prabowo juga tidak meminta mahar saat mencalonkan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada pilgub DKI Jakarta 2012. Saat itu, Jokowi-Ahok diusung oleh Gerindra dan PDI Perjuangan.



"Pak Prabowo sangat profesional, itu sudah terbukti saat mencalonkan Pak Jokowi dan Pak Ahok. Waktu (mencalonkan) saya dan Mas Anies juga sama," kata Sandi yang diusung Gerindra saat pilgub.

Meski demikian, Sandi pun mengakui terjun di dunia politik membutuhkan anggaran yang fantastis. Saat Pilkada DKI 2017, Anies-Sandi menggelontorkan milyaran rupiah untuk biaya kampanye, kegiatan koordinasi, sosialisasi, termasuk operasional posko.

"Kalau politik itu memang berbiaya. Kemarin kami menghabiskan lebih dari Rp100 milyar," kata Sandi.

Demi meraih suara warga Jakarta, Sandi mengklaim mengeluarkan duit kampanye dari kantongnya sendiri.


"Jangan sampai saat sudah mencalonkan, enggak punya pendanaan. Saya waktu itu bisa meyakinkan Pak Prabowo, dan itu semua kami laporkan secara transparan dengan audit dan dilaporkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," kata Sandi.

Mantan bos PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) itu berharap semua kandidat yang tengah berjuang di pilkada serentak 2018 mengedepankan politik yang saling merangkul, bukan saling menyikut.

"Saya akan sangat bahagia kalau seluruh keluarga dan rakyat Indonesia bisa mengadopsi apa yang terjadi di Jakarta kemarin, bahwa kita guyub dan rukun," kata Sandi.

Pada Kamis (11/1), La Nyalla Mahmud Mattalitti blak-blakan soal mahar Rp40 miliar yang diminta Prabowo Subianto untuk maju pada pilgub Jawa Timur.


Namun La Nyalla belum mau menyerahkan uang tersebut sebelum surat rekomendasi dari Gerindra turun. Ia baru mau menyerahkan uang bila sudah resmi diusung. Karena itu ia menilai uang tersebut tak lain adalah mahar untuk membeli rekomendasi Gerindra. (pmg)