Oleh sebab itu, dirinya berkukuh menghidupkan becak sebagai salah satu opsi moda transportasi di Ibu Kota, meski hanya beroperasi di kampung-kampung.
"Iya dong. Kalau saya berjanji saya harus melunasi," ujar Anies di Balai Kota, Rabu (17/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak. Kalau Anda janji dengan pacar Anda untuk menikah, Anda terbelenggu enggak? Janji itu ketika dibuat sudah dengan pertimbangan," kilahnya.
Pada Oktober 2016, Anies, yang saat itu masih berstatus calon Gubernur DKI Jakarta, menandatangani kontrak politik dengan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu. Kontrak tersebut berisi tema pemenuhan dan perlindungan hak-hak warga kota oleh Anies.
Hal ini juga diakui oleh Wakil Gubernur Sandiaga Uno. Ia bahkan menyebut bahwa komitmen ini adalah kontrak politik rezim sebelumnya di Jakarta.
"Kontrak politik ini disodorkan untuk Pak Anies, dan ternyata ini kontrak politik pemerintah sebelumnya juga. Jadi, mereka memiliki beberapa kontrak politik, dan ini yang lagi coba kita tunaikan sebagai bentuk satu kesatuan," aku dia.
Sebagai bentuk pemenuhan kontrak politik itu, Anies akan menata keberadaan becak kurang lebih seribu unit, termasuk mereka yang bergabung dalam Serikat Becak Jakarta.
Ia menegaskan bahwa becak hanya akan dijadikan angkutan lingkungan yang tidak beroperasi di jalan besar.
"Nanti kita akan atur supaya mereka punya kejelasan, dengan begitu harapannya Jakarta terasa sebagai tempat untuk semua Jakarta," tutup Anies.
Gagasan Anies ini dikritik sebagian pihak, termasuk bekas Gubernur DKI Sutiyoso, karena hanya akan membuat kemacetan Jakarta bertambah parah. (arh)