Anies Akui Urusan Becak Masuk Kontrak Politik

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Rabu, 17/01/2018 21:48 WIB
Anies Akui Urusan Becak Masuk Kontrak Politik Gubernur DKI Anies Baswedan, saat meninjau kebakaran Museum Bahari, Jakarta, Selasa (16/1). Ia mengaku bahwa memfasilitasi keberadaan becak adalah salah satu janji politiknya. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui bahwa terdapat poin perlindungan dan penataan becak pada kontrak politiknya saat kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.

Oleh sebab itu, dirinya berkukuh menghidupkan becak sebagai salah satu opsi moda transportasi di Ibu Kota, meski hanya beroperasi di kampung-kampung.

"Iya dong. Kalau saya berjanji saya harus melunasi," ujar Anies di Balai Kota, Rabu (17/1).


Anies mengelak jika kebijakannya disebut selalu 'tergantung' dengan kontrak politik. Menurutnya, ia hanya melunasi apa yang sudah dijanjikan.

"Tidak. Kalau Anda janji dengan pacar Anda untuk menikah, Anda terbelenggu enggak? Janji itu ketika dibuat sudah dengan pertimbangan," kilahnya.

Saat Anies membuat janji, dia selalu mempertimbangkan mana janji yang bisa direalisasikan dan mana yang tidak.

Pada Oktober 2016, Anies, yang saat itu masih berstatus calon Gubernur DKI Jakarta, menandatangani kontrak politik dengan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu. Kontrak tersebut berisi tema pemenuhan dan perlindungan hak-hak warga kota oleh Anies.

Di antaranya, melegalkan kampung-kampung yang dianggap ilegal, penataan kampung kumuh tanpa gusur, serta perlindungan dan penataan ekonomi informal (pedagang kaki lima, becak, nelayan tradisional, dan sebagainya).

Hal ini juga diakui oleh Wakil Gubernur Sandiaga Uno. Ia bahkan menyebut bahwa komitmen ini adalah kontrak politik rezim sebelumnya di Jakarta.

"Kontrak politik ini disodorkan untuk Pak Anies, dan ternyata ini kontrak politik pemerintah sebelumnya juga. Jadi, mereka memiliki beberapa kontrak politik, dan ini yang lagi coba kita tunaikan sebagai bentuk satu kesatuan," aku dia.

Sebagai bentuk pemenuhan kontrak politik itu, Anies akan menata keberadaan becak kurang lebih seribu unit, termasuk mereka yang bergabung dalam Serikat Becak Jakarta.

Di Jakarta Utara, becak banyak ditemukan di Teluk Gong, Tanah Pasir, Jelambar, Pejagalan, Muara Baru, Pademangan, Koja, Semper, Cilincing, Kalibaru, dan Tanjung Priok.

Ia menegaskan bahwa becak hanya akan dijadikan angkutan lingkungan yang tidak beroperasi di jalan besar.

"Nanti kita akan atur supaya mereka punya kejelasan, dengan begitu harapannya Jakarta terasa sebagai tempat untuk semua Jakarta," tutup Anies.

Gagasan Anies ini dikritik sebagian pihak, termasuk bekas Gubernur DKI Sutiyoso, karena hanya akan membuat kemacetan Jakarta bertambah parah. (arh)