Wiranto Diminta Netral Sikapi Konflik Internal Hanura
Abi Sarwanto | CNN Indonesia
Kamis, 18 Jan 2018 00:55 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto diminta bersikap netral untuk menyikapi gejolak yang tengah terjadi di tubuh partai. Salah satu caranya adalah dengan menghormati hasil musyawarah nasional luar biasa (munaslub) terdahulu.
"Saya meminta kepada Ketua Dewan Pembina agar dapat bersikap netral sesuai dengan hasil munaslub Partai Hanura di Bambu Apus beberapa waktu lalu di mana secara aklamasi menetapkan Oesman Sapta sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura," kata Ketua DPP Partai Hanura Ketut Wirawan, Rabu (17/1).
Selain bersikap netral, Wirawan meminta agar Wiranto juga memiliki ketegasan terhadap situasi yang terjadi. Diharapkan, Wiranto tidak bersikap abu-abu dalam menangani persoalan.
"Kami berharap konflik ini dapat diselesaikan dengan baik, dan semua pihak mematuhi apa yang diputuskan oleh Kemenhunkam," katanya.
Lebih lanjut, Wirawan menganggap polemik yang terjadi di partainya karena muncul sekelompok orang yang haus kekuasaan, tidak sabar dan berpikir sempit sehingga tidak puas dengan kebijakan Partai Hanura.
Padahal, dia menilai, keadaan di Partai Hanura sejak dipimpin OSO, panggilan karib Oesman Sapta Odang mulai membaik dibandingkan sebelumnya.
"Padahal OSO merupakan sosok yang membawa perubahan di partai ini dan sejak lama kelompok ini sering menyalahgunakan kebijakan partai," kata dia.
Partai Hanura diketahui tengah mengalami kisruh kepengurusan. Ada dua kubu yang menggelar rapat di waktu bersamaan di tempat berbeda dengan agenda saling pecat memecat.
Terkait hal itu, Wiranto sebelumnya menyatakan, tidak akan ada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dengan agenda mencopot Oesman Sapta Odang atau OSO dan memilih ketua umum baru.
Wiranto mengaku telah berkomunikasi dengan OSO dan mereka sepakat mengintrospeksi diri dan internal partai demi keberlangsungan Hanura mendatang.
Hal itu disampaikan menyikapi keinginan sejumlah kader yang ingin menggantikan OSO karena dipecat. DPD Partai Hanura juga mendukung kembali Wiranto menjadi ketua umum. (osc)
"Saya meminta kepada Ketua Dewan Pembina agar dapat bersikap netral sesuai dengan hasil munaslub Partai Hanura di Bambu Apus beberapa waktu lalu di mana secara aklamasi menetapkan Oesman Sapta sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura," kata Ketua DPP Partai Hanura Ketut Wirawan, Rabu (17/1).
Selain bersikap netral, Wirawan meminta agar Wiranto juga memiliki ketegasan terhadap situasi yang terjadi. Diharapkan, Wiranto tidak bersikap abu-abu dalam menangani persoalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Wirawan menganggap polemik yang terjadi di partainya karena muncul sekelompok orang yang haus kekuasaan, tidak sabar dan berpikir sempit sehingga tidak puas dengan kebijakan Partai Hanura.
"Padahal OSO merupakan sosok yang membawa perubahan di partai ini dan sejak lama kelompok ini sering menyalahgunakan kebijakan partai," kata dia.
Lihat juga:OSO Kumpulkan Pengurus DPD dan DPC |
Partai Hanura diketahui tengah mengalami kisruh kepengurusan. Ada dua kubu yang menggelar rapat di waktu bersamaan di tempat berbeda dengan agenda saling pecat memecat.
Terkait hal itu, Wiranto sebelumnya menyatakan, tidak akan ada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dengan agenda mencopot Oesman Sapta Odang atau OSO dan memilih ketua umum baru.
Lihat juga:Munaslub Hanura Kubu Ambhara Dituding Ilegal |
Wiranto mengaku telah berkomunikasi dengan OSO dan mereka sepakat mengintrospeksi diri dan internal partai demi keberlangsungan Hanura mendatang.
Hal itu disampaikan menyikapi keinginan sejumlah kader yang ingin menggantikan OSO karena dipecat. DPD Partai Hanura juga mendukung kembali Wiranto menjadi ketua umum. (osc)