Saksi Sebut Transaksi ke Rekan Setnov Panjang Seperti Ular

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Kamis, 18/01/2018 14:35 WIB
Saksi Sebut Transaksi ke Rekan Setnov Panjang Seperti Ular Pengadilan Tipikor Jakarta kembali menggelar sidang dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, Kamis (18/1). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengusaha penukaran uang (money changer) Raja Valuta, Deni Wibowo, menyebut transaksi pengiriman uang ke rekening Oem Investment di Singapura cukup panjang dan rumit. Ia mengibaratkan proses transaksi itu panjang seperti ular.

Hal ini diungkapkan Deni saat menjadi saksi dalam sidang korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (18/1). Dalam surat dakwaan disebutkan OEM Invesment merupakan milik rekanan Setnov yakni Made Oka Masagung.

Deni mengutarakan itu menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Yanto soal pengiriman uang sebesar US$1,4 juta melalui money changer.


Dalam persidangan sebelumnya, pegawai money changer Mekarindo Abadi, Neni, mengaku diperintahkan Deni untuk mengirimkan uang tersebut.

Hari ini, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut kembali oleh hakim, Deni menjawab, “Saya lupa, Pak."

Deni lalu berdalih dirinya banyak menggunakan money changer untuk melakukan transaksi tersebut.

“Mungkin ada money changer lain, kali yang beli kayak 'ular' Pak, panjang,” tutur Deni yang disambut tawa penonton sidang.

Hakim sempat bertanya ulang soal pihak yang meminta Deni mengirimkan uang tersebut. Namun Deni berkukuh tak mengetahuinya.

“Sumpah saya enggak tahu Pak,” ucap Deni.

Dalam persidangan sebelumnya, Neni mengungkapkan, pengiriman uang berawal dari permintaan money changer Raja Valuta. Sebagai sesama perusahaan money changer, pihak Raja Valuta ingin membeli sejumlah uang dolar Amerika Serikat.

Neni kemudian mengirimkan uang itu melalui rekening Bank OCBC sebesar US$400 ribu. Ia lantas mengirim lagi sebesar US$1 juta.

Belakangan Neni baru mengetahui uang yang diterimanya berasal dari perusahaan Biomorf Mauritius. Biomorf adalah perusahaan asing milik almarhum Johannes Marliem penyedia produk biometrik L1 untuk proyek e-KTP.

Dalam surat dakwaan dugaan korupsi e-KTP, perusahaan OEM Investment disebut milik rekanan Setnov yakni Made Oka Masagung. Dan, pemberian uang bagi Setnov terkait proyek e-KTP diduga disamarkan ke beberapa rekening dan money changer. (kid/djm)