Pernyataan Bambang itu menanggapi fakta persidangan korupsi proyek Bakamla yang menyebut Fayakhun meminta US$300 ribu kepada pemenang tender proyek di Bakamla, PT Melati Technofo Indonesia. Fayakhun disebut meminta uang untuk kepentingan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar tahun 2016.
Menurutnya, keterangan Fayakhun menyertakan Munas Golkar di fakta persidangan tidak bisa langsung dijadikan dasar adanya aliran dana ke partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar Bambang Soesatyo. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
"Fayakhun itu tidak masuk dalam struktur dan masuk dalam kelompoknya Pak Nov kalau tidak salah. Saya kan Akom," ujarnya.
Ketua DPR ini menilai, uang yang diduga diterima Fayakhun tidak menutup kemungkinan digunakan untuk memenangkan Setnov karena Munaslub Golkar merupakan momentum bagi semua kader untuk memperebutkan kekuasaan.
"Golkar lembaga, bagaimana menerima duitnya. Tanyakan orangnya, bisa saja dia menjual nama partai Golkar untuk mengambil keuntungan dari situ," ujar Bambang.
Permintaan uang itu disampaikan kepada Erwin Arif, pengusaha PT Rohde & Schwarz Indonesia, vendor yang digunakan PT MTI selaku pemenang lelang proyek pengadaan alat pemantauan satelit di Bakamla.
Erwin mengungkapkan hal itu saat bersaksi dalam sidang kasus suap Bakamla dengan terdakwa mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/1).
Dalam potongan percakapan di WhatsApp, Fayakhun meminta Erwin memberitahu PT MTI untuk membayarkan US$300 ribu atau setara dengan Rp3 miliar terlebih dulu dari total Rp12 miliar yang akan diberikan.
"Apa bisa dipecah (uangnya) yang cash US$ 300 ribu, diperlukan segera untuk petinggi-petingginya dulu. Umatnya menyusul minggu depan," demikian kutipan pesan tersebut.
Fayakhun baru saja pindah ke Komisi III menggantikan Setnov yang telah menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP. Dia juga telah dicegah ke Luar Negeri sejak 13 Desember 2017 untuk kepentingan pengusutan korupsi Bakamla.
Wakil Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar Bambang Soesatyo. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)