IndonesiaLeaks Siap Sokong Informasi Kasus Korupsi ke KPK

Feri Agus, CNN Indonesia | Sabtu, 03/02/2018 11:48 WIB
IndonesiaLeaks Siap Sokong Informasi Kasus Korupsi ke KPK Ilustrasi: Masyarakat dapat mengungkapkan kasus korupsi kepada KPK melalui wadah baru yang mampu melindungi keselamatan pelapor. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Portal baru IndonesiaLeaks bakal menjadi salah penyokong informasi mengenai kasus-kasus korupsi di Indonesia kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Portal tersebut siap menampung informasi dari masyarakat, khususnya masyarakat yang merasa khawatir bila mengadukan sebuah kasus korupsi.

"Kami membuat semacam portal yang memberikan peluang dan kesempatan kepada orang-orang yang memiliki informasi rahasia, tapi dia khawatir keselamatan pribadi dan keluarganya terancam," kata Direktur LBH Pers, Bahruddin Nawawi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (2/2).



Nawawi mengatakan, pihaknya baru saja berdiskusi dengan Ketua KPK Agus Rahardjo, didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Dia mengaku mengenalkan portal yang bekerjasama dengan sejumlah media dan organisasi lainnya kepada Agus dan jajarannya.

Nawawi melanjutkan, KPK menyambut positif kehadiran IndonesiaLeaks lantaran korupsi merupakan masalah bersama, sehingga masyarakat harus dilibatkan.

"Sehingga masyarakat, dalam hal ini IndonesiaLeaks perlu juga membangun inisiatif-inisiatif, agar masyarakat semakin sadar bahwa perbuatan korupsi itu adalah perbuatan melanggar hukum yang punya dampak untuk masyarakat luas," tuturnya.


Nawawi mengatakan, masyarakat bisa aktif memberikan informasi kepada IndonesiaLeaks terkait kasus korupsi. Dia pun menjamin kerahasiaan data diri masyarakat yang berani untuk memberikan laporan.

"Portal ini beraifat rahasia, anonimitas kita jamin, dan perlindungan secara kemajuan dan terknologi itu juga bisa," tuturnya.

"Harapannya informasi rahasianya ini nanti akan dibentuk menjadi berita, dalam bentuk kerja jurnalisme investigasi. Yang kita harapkan produknya itu bisa mempengaruhi kebijakan atau juga untuk penegakan hukum," kata dia menambahkan.


Menurut Nawawi, lembaga yang ikut bekerja sama dengan IndonesiaLeaks di antaranya LBH Pers, Indonesi Corruption Watch (ICW), Auriga, GreenPeace, dan Change.org.

Sementara itu, media yang ikut berkolaborasi yaitu CNN Indonesia, The JakartaPost, Bisnis Indonesia, Liputan6.com, Suara.com, Jaring.id, independen.id, Tempo, dan Radio KBR.

"Karena pada akhirnya produk jurnalistik ini akan menjadi berita, informasi tentang kebijakan publik, salah satunya adalah korupsi," ujar Nawawi. (end)