"Kami sudah berencana mengumpulkan para kepala daerah yang sekarang duduk pada [jabatan di] Kabupaten, Kota, maupun Provinsi untuk kami ingatkan kembali," kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Fredrich Paulus, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, kemarin.
Lodewijk mengatakan, seluruh kader yang diusung pihaknya pada jabatan politik sudah menandatangani pakta integritas di atas materai. Pakta intergritas itu, salah satunya, mengatur tentang larangan untuk korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, pada poin tujuh ditegaskan, kader harus bersedia mengundurkan diri atau diberhentikan jika terlibat kasus narkoba, korupsi atau tindak pidana lainnya yang diatur dalam undang-undang.
Lihat juga:Menatap Pilkada Akbar di Tahun Politik |
Bagi yang melanggar, ada tindakan tegas yang diberikan. Lodewijk mencontohkannya dengan pencopotan jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Timur Nyono Suharli Wihandoko yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan KPK, belum lama ini.
"Kalau ada anasir [korupsi], kami akan melakukan tindakan tegas, sehingga Golkar bersih akan tercapai," katanya.
Nyono diketahui kembali mencalonkan diri sebagai bupati Jombang. Meski demikian, dia telah menyatakan mundur sebagai bupati Jombang dan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur. Posisinya saat ini digantikan Ketua DPP Golkar Zainuddin Amali.
(arh)