Salah satu tahanan yang sering mendengar keluh kesahnya adalah Auditor Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri yang terjerat kasus suap opini pemberian status wajar tanpa pengecualian (WTP) di Kementerian Desa.
"(Paling sering) Pak Sapto. Ya, cerita bagaimana kesusahannya," ujar Setnov sat ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang sudah dalam susah, hidup di kos-kosan, harapannya bukan pengin politik, jabatan. Harapannya adalah keluarga, istri, anak," tutur Setnov.
Setnov mengatakan masih bisa memperhatikan rambutnya karena KPK menyediakan tukang cukur dari luar untuk memotong rambut para tahanan sebulan sekali.
"Ada tukang cukur pinggir jalan. Sudah diteliti betul sama KPK. Saya terima kasih bisa potong rambut sebulan sekali," ucapnya.
Setnov juga disebut menerima uang US$2,6 juta dan jam tangan merk Richard Mille dari pengusaha Andi Narogong.
(stk/wis)